.
.
.

IDI Aceh dan USK Kirim Enam Relawan Kemanusiaan ke Turkiye

Ketua IKatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Dr. dr. Safrizal Rahman, SpOT. (Foto for PortalNusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala (USK) mengirim tim bantuan kemanusiaan pada Rabu pagi, 15 Februari 2022 ke Provinsi Kahrahmanmaras, Turkiye.

Tim ini merupakan gabungan dari relawan kesehatan yang didukung oleh Universitas Syiah Kuala (USK) dan Dinas Kesehatan Aceh.

Tim IDI Wilayah Aceh ini merupakan relawan pertama yang berangkat langsung dari Provinsi Aceh ke lokasi bencana untuk merespons dampak gempa Turkiye-Suriah pada 6 Februari 2023 yang telah menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan merusak banyak rumah dan infrastruktur (jalan maupun bangunan).

Ketua IDI Aceh, Dr dr Safrizal Rahman SpOT yang sekaligus merupakan pimpinan rombongan mengatakan, Turkiye adalah negara yang banyak membantu masyarakat Aceh setelah terjadi gempa dan tsunami tahun 2004 lalu.

“Mereka bahkan membantu penuh proses tanggap darurat hingga fase pemulihan. Banyak sekali dana, makanan, dan mobil kebersihan yang mereka sumbangkan saat itu,” kata Safrizal Rahman kepada PortalNusa.com menjelang keberangkatan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

Dari Bandara SIM, tim ini terbang ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten, terus melanjutkan penerbangan ke Istanbul.

“Dari Istanbul kami ke Adana dan berposko di Adana. Jaraknya dua jam dari lokasi pengabdian di Provinsi  Kahramanmaras,” terang Safrizal Rahman.

Menurut Safrizal, tim ini akan berada di Turkiye selama sepuluh hari sekaligus menjadi tim advance untuk melihat kondisi dan melakukan asesmen kebutuhan lapangan lebih lanjut dari dampak gempa di sana.

Tim yang berangkat itu berjumlah enam orang. Terdiri atas empat dokter, satu  perawat mahir, dan satu orang penerjemah yang menguasai bahasa Turkiye.

Safrizal mengingatkan bahwa pascatsunami Aceh, Turkiye juga membangun beberapa perumahan di Banda Aceh yang kemudian dikenal sebagai Kampung Turki di Gampong Bitai.

Turkiye juga membangun dua sekolah dengan kurikulum internasional (Cambridge) di Banda Aceh. Pertama, Fatih Bilingual School atau Sekolah Fatih Putra di Lamlagang dan kemudian menyusul Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School atau Sekolah Fatih Putri di Lamnyong.

Selain itu, Turkiye membangun Gedung Aceh Community Center (ACC) Sultan Selim II di belakang Balai Kota Banda Aceh dan hingga kini masih berfungsi.

“Sulit rasanya kita membayar apa yang sudah mereka lakukan untuk Aceh sehingga sangat layak kalau Aceh ikut membantu mereka yang saat ini sedang mengalami musibah besar,” kata Dosen Fakultas Kedokteran USK ini.

“Kita mungkin memiliki keterbatasan kemampuan untuk membantu mereka. Tetapi hadir memberikan semangat serta menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri di dunia dalam menghadapi cobaan ini, dan masyarakat Aceh khususnya serta Indonesia pada umumnya berdoa agar Turkiye pulih kembali,  rasanya harus kita lakukan,” tambah Safrizal.

IDI Wilayah Aceh, lanjut Safrizal,  juga menggalang donasi untuk disumbangkan kepada masyarakat Turkiye yang terdampak gempa.

“Para donatur yang ingin memberikan sumbangannya kepada masyarakat Turkiye yang mengalami musibah dapat mentransfernya melalui rekening BSI IDI Wilayah Aceh nomor 2031313131 atau konfirmasi ke nomor 085260063541,” kata Safrizal Rahman.

Ia tambahkan, donasi IDI wilayah dibantu oleh USK, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), juga donatur, baik dari kalangan dokter maupun berbagai lapisan masyarakat, akan menjadi bekal untuk membantu meringankan beban korban gempa di Turkiye.

Sebagaimana diketahui, gempa darat berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Turkiye dan Suriah pada 6 Februari 2023.

Gempa dangkal itu menyebabkan kerusakan bangunan, rumah, apartemen, dan infrastruktur jalan yang sangat masif.

Gempa tersebut juga menyebabkan hampir 40.000 orang meninggal, belum lagi korban luka dan kerugian harta benda.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta bantuan international untuk menghadapi masa tanggap darurat yang juga diperparah dengan gempa susulan serta  musim dingin ekstrem di negara dua benua (Asia dan Eropa) itu.

Indonesia sendiri telah mengirim lebih dari 47 petugas kemanusiaan dan puluhan ton barang bantuan tahap pertama dan tahap kedua yang akan dibagikan kepada korban yang terdampak.

Beberapa daerah di Turkiye yang mengalami dampak berat adalah Gaziantep City Center, Nurdagi, Hatay, dan Kahramanmaras.

Tim kemanusiaan dari Aceh ini akan menuju Provinsi Kahramanmaras, sebagai salah satu dari sepuluh provinsi di Turkiye yang paling parah tingkat destruktifnya akibat gempa. []