BBC News, Sp KKA dan Rumoh Gedong

Darmansyah

ENTAH kenapa pagi kemarin saya rindu bbc news. Rindu siaran laporan pendek, padat dan penuh dengan nuansa investigasi report.

Rindu juga ketika mengenang laporannya tentang tragedi simpang kka, rumoh gedong dan pembantaian di kecamuk aceh ketika kata “merdeka” menyertai slogan referendum.

Ya … rindu bbc news indonesia setelah hampir dua bulan dia menghilang di udara. Menghilang usai siaran terakhirnya di hari  sabtu, tiga puluh satu desember dua ribu dua puluh dua.

Atau pasnya tiga  puluh desember  jumat pagi waktu london, perjalanan akhir siaran radio bbc news indonesia stop.

Buletin berita yang memberi sapa ”dunia pagi ini” di jumat  pukul kosong enam kosong-kosong wib memberitahu tentang akhir pengabdiannya.

“Akhir” usai menjalani sebuah era panjang. Di pagi jumat itu.

“Akhir” untuk dua kata, “no point return.” Tak ada titik kembali usai berbakti selama tujuh puluh tiga tahun plus dua bulan.

Yang untuk hari-hari perjalanan panjangnya mencerahkan dunia saya tak sanggup menghitungnya. Saya hanya bisa mengenangnya.

Mengenang hari siaran bbc” news indonesia sebagai santapan pagi dan pengantar tidur sejak ayah saya  punya radio merek philip.

Radio tabung dengan stelan jarumnya sering lepas dan untuk mendapatkan siaran yang bunyinya sering  sember harus memasang antene tali temali di atas atap rumah yang ditopang tiang bambu.

Ayah saya menikmati siarannya bersama segelas kopi. Segelas kopi dengan kursi kayu lipat untuk menggoyang badan.

Siaran bbc news yang bagi ayah menjadi pencerahan dari dekade ke dekade. Sejak dekade penyerahan kedaulatan, pemilu lima puluh lima hingga era tujuh puluh dan delapan puluhan.

Pencerahan tunggal sebelum datangnya “dunia dalam berita” di tvri.

Pencerahan juga bagi saya ketika harus belajar menjadi wartawan benaran. Pembelajaran untuk mendapatkan berita berimbang dan aktual tentang berbagai hal.

Pembelajaran juga ketika bbc news indonesia secara terus menerus memberi tempat bagi  gerakan aceh merdeka atau gam dalam kupasannya.

Kupasan berita sebenarnya yang datang dari lapangan seuruway, matangkuli, cot girek hingga panton labu dan sawang hingga nisam. Berita kekerasan dari perlawanan orang aceh untuk merdeka.

Bahkan, di sebuah waktu, bbc news mengemas sebuah laporan panjang tentang tragedi simpang kka hingga temuan mayat yang dihanyutkan di krueng keureuto.

Laporan yang menyebabkan saya pernah dipermalukan ketika “diharuskan” menuliskan tragedi simpang kka kala itu. Benar-benar tidak lengkap dan tidak detil seperti yang disiarkan oleh bbc news indonesia.

Saya hanya menulis permukaannya. Tidak investigasi ala bbc yang nun jauh di London sana. Padahal saya ada di tanoh indatu. Punya reporter lapangan dan sumber layak. Tapi tidak menulis sebenarnya.

Jujur. Ada keterbatasan dan rasa takut. Keterbatasan gerak dan rasa takut di”habisi.”

Sehingga saya menulis peristiwa yang bermula dari hilangnya seorang anggota tni dari kesatuan detasemen rudah kosong-kosong satu pulo rungkom tiga puluh april seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan itu secara datar.

Datar mengikuti alur press release. Tentang anggota yang diduga menyusup ke acara peringatan satu muharam yang sedang diadakan  warga gampong cot murong.

Dugaan penyusupan anggota tni yang diperkuat dengan kesaksian warga yang saat itu sedang mempersiapkan acara ceramah.

Detasemen rudah menanggapi hilangnya anggota tersebut dengan melakukan operasi pencarian yang melibatkan berbagai satuan, termasuk brimob. Mereka  melakukan penyisiran.

Menangkap sekitar puluhan orang dan melakukan berbagai aksi kekerasan.  Para korban mengaku dipukul, ditendang, dan diancam oleh aparat.

Menanggapi laporan tersebut, warga desa pun mengirim utusan ke komandannya guna  melakukan negosiasi.

Negosiasi selesai, komandan berjanji bahwa aksi kekerasan ini tidak akan terulang lagi.

Namun, pada kenyataannya, janji tersebut tidak mereka tepati. Tiga hari usai nego itu satu truk tentara masuki gampong cot murong dan lancang barat. Mereka diusir. Warga marah karena janji tak ditepati.

Mereka unjuk rasa dan di simpang kka -kertas kraft aceh-kruenggeukeuh yang berdekatan dengan markas korem lilawangsa lima perwakilannya untuk berdiskusi bersama dengan komandan.

Sewaktu diskusi sedang berlangsung, tiba-tiba jumlah tentara yang mengepung warga semakin banyak.  Warga pun mulai melempari batu markas korem. Membakar dua sepeda motor di sana.

Yang kemudiannya dua truk arhanud datang dari belakang. Mereka mulai menembaki kerumunan para pengunjuk rasa.

Sedikitnya empat puluh enam warga sipil meninggal, seratus lima puluh enam luka tembak, dan sepuluh orang hilang.  Tujuh dari korban tewas diidentifikasi masih anak-anak.

Usai peristiwa itu menhan wiranto membantah ada pembunuhan dan penembakan. Katanya, tak logis aparat negara menindas rakyat  aceh, karena mereka dikirim untuk melindungi rakyat.

Pihak militer yang terlibat juga mengklaim mereka menggunakan peluru karet sebagai bentuk pertahanan diri, karena warga melempari markas dengan batu.

Padahal sejumlah dokter di rumah sakit, yana salah seorangnya keponakan saya,  mengaku menemukan peluru timah di tiga puluh delapan jenazah dan seratus lima belas korban luka.

Peristiwa itu sangat mengusuik. Setahun kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh komisi independen pengusutan tindak kekerasan berdasarkan keppres

Komisi menyatakan sebanyak tiga puluh sembilan warga sipil tewas, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun. Seratus lima puluh enam luka tembak, dan sepuluh  warga sipil dinyatakan hilang.

Maaf saya mengulang kembali tulisan ini. Tulisan yang pernah saya kirim ke bbc news dan disiarkan menurut versi mereka yang jauh lebih dalam dan tajam.

Peristiwa yang tidak tuntas. Peristiwa yang tidak ada ba..bi…bu..nya yang hingga dua bulan lalu kembali diungkit lewat keppres jokowi untuk mencari simpulnya.

Simpul dari keppres yang melibatkan dua anak aceh di dalamnya. Satu sudah gaek yang satu lagi anak muda dari sisi umur dibanding saya.

Yang muda ini termasuk aneuk keumuen. Yang gaek saya hanya kenal karena pernah jadi pj gubernur aceh dan mantan menteri yang tak punya hub ke hukum dan hak asasi.

Agak melenceng… Tapi punya kaitan dengan bbc news yang hafalannya depth news dan balance.

Bbc news yang tak hanya menyiarkan kisi-kisi perlawanan di lapangan tapi juga  menyuarakan bagaimana alot dan liatnya pembicaraan damai antara aceh dan jakarta di finlandia di tahun dua ribu lima.

Alotnya mempertemukan keinginan hasan tiro dengan sby yang memberi ruang longgar bagi yusuf kala menitipkan pesan ke hamid awaluddin. Tuntaskan hingga ke satu kata: damai.

Saya sendiri mengenal radio bbc siaran indonesia — belakangan mengadopsi nama bbc news indonesia —sejak tahun enam puluhan awal. Untuk kemudian jadi pendengar setia sepanjang eksistensinya

Saya mendengarkan siaran bbc pada pukul nol lima nol-nol dan pukul dua puluh kosong-kosong wib

Kesetiaan ini  karena informasi yang disajikan relatif lebih objektif dibandingkan media arus utama di negeri ini.

Tak ada sensor diri yang berlebih dalam siarannya. Bbc secara editorial independen dan secara fisik jauh penguasa.

Ada cerita unik di negeri ini. Di sebuah era. Ketika media tidak berani memberitakan tumbangnya pohon beringin besar yang mengganggu kota. Tumbangnya pohon yang membuat penguasa terusik.

Anda pahamkan? Kan partai pemenang pemilu berkali-kali itu punya lambang pohon beringin. Karena itu media tidak memberitakan tumbangnya beringin.

Di tengah keinginan publik yang ingin tahu informasi secara utuh, di situlah publik merasakan pentingnya kehadiaran siaran radio bbc.

Bbc menyiarkan suara-suara yang tidak diinginkan.

Ya… kini era berubah. Orang tak terpikat lagi mendengarkan radio seperti era lalu Angka pendengarnya terus melorot.

Kajian dari strategy analytics memperlihatkan jumlah pendengar radio terestrial, layanan radio yang disiarkan melalui gelombang udara, turun  di tiga belahan bumi.

Kajian lain  yang datang dari new york university,  menunjukkan perusahaan radio tradisional telah gagal berinteraksi secara aktif dengan generaso now  yang lahir setelah tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh lima

Sekarang era streaming dan on demand. Informasi tersedia up dua puluh empat jam, tujuh hari sepekan, diakses kapan saja dan di mana saja.

Netflix dan pandora booming, demikian juga dengan podcast atau siniar. Meledaknya streaming tak lepas dari layanan data yang makin terjangkau dan perangkat keras/lunak yang makin canggih.

Di luar perubahan lansekap konsumen informasi, secara internal juga ada tantangan untuk melakukan efisiensi finansial.

Bbc world service — yang bbc news indonesia adalah salah satu bagiannya — diminta untuk melakukan penghematan ratusan miliar rupiah, yang membuat BBC harus menutup siaran radio dalam beberapa bahasa

Yang salah satunya siaran bahasa Arab.

Jadi, organisasi media memang harus berubah dan beradaptasi. Dan itulah yang dilakukan BBC News Indonesia.

Berat memang karena dalam perjalanannya bbc dan awaknya seakan menjadi saksi dan sekaligus mendokumentasikan perjalanan sejarah bangsa ini

Dari pemilu pertama, insiden gerakan tiga puluh september, tonggak awal orde baru, lahirnya era reformasi, hingga upaya mendamaikan Aceh yang berliku di era awal sby.

Adaptasi sudah dimulai bbc sejak beberapa tahun lalu. Konten radio diperpendek sementara liputan-liputan khusus dalam format video diperbanyak porsinya. Suara tidak lagi menjadi andalan.

Bbc news indonesia hadir di layanan podcast. Platform ini digenjot potensinya dan dimaksimalkan untuk menjangkau audiens.

Di situlah audiens berada. Mereka tidak lagi duduk manis di teras depan mendengarkan radio sambil menikmati kudapan selepas Isya.

Mereka ada di mana-mana. Di kampus, di kafe, di dalam taksi, di stasiun, di gerbong ka-er-el, bahkan ketika jam istirahat sekolah.

Perangkat utamanya bukan lagi radio transistor tiga gelombang, tetapi gawai bernama telepon genggam pintar yang ada di kantung jutaan atau miliaran orang.

Sebagai pendengar setia bbc news indonesia tentu ada perasaan sedih. Saya seperti melepas sahabat yang pergi selamanya.

Walaupum begitu saya sadar bahwa yang berubah hanyalah medium untuk menjangkau audiens. Akan tetapi produk informasi dengan proses dan verifikasi sekarang lebih canggih.

Memang tak ada lagi di gelombang udara. Tapi bbc tetap masih ada di gawai di kantung saku Anda.[]

  • Darmansyah, wartawan senior, penulis “Kolom Bang Darman”
Penulis: DarmansyahEditor: Redaksi