.
.
.

Nasir Djamil Usul Ganti Nama Jalan AMD Menjadi Jalan Tgk. Hasan Tiro

Jalan AMD di Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. (Foto Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal Aceh, Muhammad Nasir Djamil merespons positif usulan DPRA untuk mengganti sejumlah nama jalan di Kota Banda Aceh.

“Kita dukung usulan itu. Saya sendiri mengusulkan penggatian nama Jalan AMD (di Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh) menjadi Jalan Tgk. Hasan Tiro,” kata Nasir Djamil kepada Portalnusa.com, Sabtu, 18 Maret 2023.

Nasir Djamil yang juga Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, HAM. dan Keamanan menilai sangat layak nama tokoh pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut ditabalkan sebagai nama jalan di Aceh.

“GAM-RI sudah damai dan kita sekarang menikmati hasil perdamaian itu. Saya pikir sangat layak nama Hasan Tiro kita abadikan sebagai nama jalan. Ini akan menjadi pengetahuan (sejarah) bagi anak cucu kita,” ujar Nasir Djamil.

Dr. Teungku Hasan Muhammad Di Tiro, M.S.,MA.,LL.D.,Ph.D (25 September-3 Juni 2010) adalah  tokoh sentral dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM).  Almarhum Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro  adalah keturunan ketiga pahlawan nasional Tgk. Chik Di Tiro Muhammad Saman dan Teuku Umar Johan Pahlawan bersama Tjoet Nja’ Dhien.

Sumber-sumber Portalnusa.com mengatakan, Ketua Dewan Pimpinan Aceh-Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf (Mualem) menyambut baik usulan Nasir Djamil untuk mengabadikan nama Tgk. Hasan Tiro sebagai nama jalan di Aceh.

Anggota DPRA, Darwati A Gani dilaporkan juga sangat mengapresiasi usulan tersebut. Ketua DPRA mengatakan akan membawa usulan Nasir Djamil ke rapat Banmus.

Jalan Tol

Jalan Tol Sibanceh. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA/NYM)

Selain diusul sebagai nama jalan di Kota Banda Aceh, nama deklarator GAM tersebut juga diusulkan untuk menjadi nama jalan tol Sibanceh (Sigli-Banda Aceh).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN), Fadhli Espece, sebagaimana dilansir kumparan.com menilai nama jalan tol ‘Sibanceh’ sama sekali tidak memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai ke-Acehan, melainkan hanya singkatan dari gabungan nama Sigli-Banda Aceh saja.

“Bahkan jika dibaca dalam bahasa Aceh justru terkesan mengkerdilkan, Sibanceh dalam bahasa Aceh dapat kita artikan ‘yang baru menetas’, kesannya seperti unggas, seperti anak ayam,” kata Fadhli.
KMPAN mengusulkan nama tol Aceh itu dengan nama Deklator GAM Teungku Hasan Muhammad Di Tiro atau Hasan Tiro.
“Nama beliau pantas disematkan kepada jalan tol yang menghubungkan Banda Aceh-Sigli tersebut. Beliau tokoh penting dalam sejarah Aceh kontemporer. Beliau juga berasal dari Pidie yang ibu kotanya adalah Sigli,” ujarFadhli.
Menurut Fadhli, belum ada satu jalan pun di Aceh yang melabeli nama Hasan Tiro sebagai nama jalan. “Ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah berjuang untuk mengembalikan harga diri Aceh,” demikian Fadhli.[]