.
.
.
NEWS, SOSOK  

Sosok Rahmad Raden di Mata Gade Ridwan, “Beliau Guru Protokol Aceh”

Foto kenangan Gade Ridwan bersama Rahmad Raden. (Dok Humas Aceh)

DUKA menyelimuti Pemerintah Aceh dan jajarannya sesaat setelah mendapat kabar Rahmad Raden, S.Sos, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh tutup usia di RSUZA Banda Aceh, Selasa subuh, 4 April 2023 sekitar pukul 05.30 WIB atau bersamaan dengan hari ke-13 Ramadhan 1444 H. Berita duka itu menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Kenangan tentang sosok Rahmad Raden, pria muda energik yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh seperti tak pernah henti mengalir dalam pembiacaarn maupun tulisan. Salah seorang yang menulis kenangan bersama Rahmad Raden adalah M Gade Ridwan, Kabag Humas Setda Aceh. Rentang kenangan yang ‘ditumpahkan’ di akun Instagram Gade Ridwan tersebut dikutip oleh Meylida Abdani untuk Portalnusa.com. Berikut catatan Gade Ridwan yang bernuansa bangga namun berbalut pilu itu.

“Saya mengenal beliau pada tahun 2015 sejak bergabung ke Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, saat itu beliau menjabat sebagai Kabag Prototokol. 

Soal ilmu keprotokolan, beliau ahlinya. Kami pernah keliling Aceh untuk melakukan geladi pelantikan bupati/wali kota se-Aceh saat Gubernur Nova Iriansyah. Saat itu beliau sudah menjadi Kepala Biro Humas dan Protokol.

Yang selalu saya ingat, saat acara resmi seperti pelantikan bupati/wali Kota beliau selalu berpesan, jangan pake mic wireless, tapi mic harus pake kabel semua, nanti masuk suara suara lain ke situ. Bisa keos kita semua.

Terus pake genset aja selama prosesi pelantikan, kalau tiba-tiba ada pohon tumbang gimana, apa bisa kita jamin lampu hidup terus.

Ada satu hal yang selalu dilakukan oleh Pak Rahmad Raden. Sebelum pimpinan naik ke podium, beliau melompat-lompat kecil di podium sambil mengingatkan, podium harus tates dilee, bek sampe watee pimpinan pidato ambruk (podium harus dites jangan sampai waktu pimpinan pidato ambruk), bisa kena keos juga ini.

Kemudian beliau sudah hafal betul ukuran ketinggian microfon untuk gubernur, yang ini ukuran mic untuk Pak Nova, kalau ini untuk Pak Asisten III dan lain-lain.

Pernah suatu hari pada saat pelantikan bupati beliau mendekati saya. Pak Gade izin beh, baju dan dasi nggak rapi, langsung dirapikan beliau, ini kan udah gagah.

Saya juga pernah diajarin cara mengikat dasi dua kali, alhamdulilah sampe saat ini saya belum bisa. 

Pada masa kepimpinan Abu Doto beliau juga sangat tegas. Beliau mengatakan, tangga ini terlalu tinggi dan licin saya minta panitia ganti sekarang juga kalau nggak acara kita batalkan saja, saya tidak mau mengambil risiko sekecil apapun.

Ketika beliau dilantik menjadi Kepala Sekretariat Baitul Aceh, kami selalu berkomunikasi via WA. Bagi kami Bang Rahmad Raden adalah guru sekaligus kawan.

Komunikasi terahir dengan beliau pada saat kedatangan RI 2 pada 29 Maret 2023. Selamat jalan Bang Rahmad.” (Gade Ridwan, 4/4/2023)