“Hattrick” Benzema

Darmansyah

SAYA bukan fans Real Madrid. Klub hebat La Liga et Spanola.

Saya dari dulu… dulu..dan.. dulu sekali … adalah penggemar berat Manchester United. Saya selalu ngotot jika ada orang yang berani me-nomor duakan Manchester United.

Manchester United tetap nomor satu. Walau pun kini dan kemarinnya ia tidak di posisi nomor satu. Sebab yang nomor satu di liga premier itu secara bergantian ditempati Liverpool dan Manchester City.

Saya siap dan mau berkelahi.. maaf.. hanya berkelahi mulut .. hahaha.. kalau em dan yu dinomorduakan. Dilecehkan.

Emyu adalan hafalan saya sepanjang masa. Sejak kenal.. berkenalan .. jatuh love..i love mu… dan kemudian menjadi lovers.

Tahu juga a..b..c..d..riwayatnya. Pemiliknya..pelatihnya…pemainnya.. asisten pelatih pemain cadangan hingga transfer pemain.

Tahu sampai ini hari ketika em dan yu akan di-“beli” oleh orang kaya dari Qatar. Seikh Yasin bin Hamad al-Thani dari pemilik lama keluarga glazer.

Tahu lagi berapa nilai jualnya. Bukan peng griek. Yang perlu saya kasih tahu. Lebih dari empat koma milyar euro.

Untuk  angka rupiahnya. Rp 73.165.950.000.000. Kalau Anda nggak bisa mengeja angka dan jumlah nolnya biar saya ajarkan: tujuh puluh tiga koma seratus enam puluh lima triliun.

Masih ada tambahan angka bokongnya Sembilan ratus lima puluh juta rupiah. Angka ini cukup untuk membayar saham Dek Gam di Persiraja untuk menghilangkan dakwi-dakwi klub milik Banda Aceh itu.

Selain tahu pemiliknya, sejak dulu saya juga fasih tentang seorang Alex Ferguson atau Rooney hingga detil asal muasal keluarga ..kepelatihannya dan klub-klub mana tempat singgahannya sebelum bergabung ke em dan yu.

Tapi di tahun-tahun terakhir ini saya “berkhianat” untuk em dan yu. Pengkhianatannya tidak seperti kisah film “pengkhianatan g-30-s pki”  Hanya pengkhianatan kecil.

Khianat karena menjadi “pemuja” seorang Karim Benzema. Benzema yang “kebetulan” bermain di Real Madrid. Benzema yang seorang muslim taat. Sangat taat.

Taat ketika tetap berpuasa di bulan Ramadhan walau pun bermain ke lapangan dengan “ban captain” melingkar di lengannya.

Benzema yang jumat malam kemarin membuat hattrick di laga copa del ray. Laga prestiseus. Laga el classico. Di kandang macan milik Barcelona, nou camp, dan Real Madrid menang empat gol tanpa balas.

Anda tahu apa hattrick di laga sepakbola? Tiga gol beruntun. Dan Benzema membuat gol hattrick. Hebatnya lagi Benzema membuat gol itu dalam kondisi berpuasa. Puasa benaran bulan Ramadhan.

Yang menyebabkan sang pelatih Carlo Ancelotti menariknya ke luar lapangan di pertengahan babak kedua untuk memberi kesempatannya berbuka. Benzema hanya meneguk air mineral kala berbuka.

Yang selanjutnya menikmati kurma, susu, dan hattrick alias mencetak tiga gol ke gawang lawan. Di laga puasa beberapa musim lalu ia  pernah membuat sebuah unggahan di instagram tentang menu kesukaannya itu.

Sebagaimana diabadikan oleh twitter @ProduFede, Karim Benzema saat itu mengunggah menu buka puasa dengan segelas susu dan kurma.

Sementara dia semringah dengan baju panjang warna putih. Unggahan tersebut menjadi viral kembali lantaran namanya yang disorot karena mencetak hattrick dalam dua laga beruntun.

Di Copa del Rey  dan La liga. Sehingga banyak netizen menyebut jika hattrick jadi menu baru bagi Karim Benzema selain kurma dan segelas susu saat berbuka puasa.

Seperti yang saya kutip dari sebuah akun dalam bahasa arab yang udah diterjemahkan: “Karena Ramadhan kareem-yang dalam bahasa arab berarti kemurahan hati keajaiban Ramadhan.”

Bagi saya dakwah Benzema kali ini sangat lugas. Tak ada pengaruh performa sesorang dikaitkan dengan Ramadhan. Paling tidak buat Karim Benzema. Justru ia tampil lebih gacor saat berpuasa.

Penampilan impresif saat  el real bertamu ke markas rival abadinya barca  dijawabnya dengan aksi menawan

Benzema mengatakan: “Ramadhan adalah bagian dari hidup saya dan agama saya.  Ramadhan sebagai kewajiban. Bagi saya ini sangat penting dan saya merasa baik ketika berpuasa.”

Puasa Ramadhan satu hal yang membuatnya lebih bisa mengendalikan diri, termasuk ketika bermain di lapangan.

“Iman saya membantu untuk fokus setiap hari. Itu memberi manfaat dan kekuatan untuk saya, keluarga, pekerjaan saya, serta untuk segalanya secara harfiah,” jelasnya seperti yang saya kutip dari majalah vogue.

Seperti lanjut vogue, ia juga ingin anak-anaknya tumbuh dengan mengetahui warisan keislaman ini. Islam sebagai pilar penting.

“Saya selalu dibimbing oleh keyakinan dan nilai-nilai saya. Penting bagi saya untuk tidak melupakan dari mana saya berasal, karena hal paling sederhana dalam hidup adalah yang paling penting,” lanjutnya.

Pondasi sebuah bangunan akan membantu kita berdiri tegak.

“Saya ingin menanamkan warisan ini kepada anak-anak saya. Saya berharap Islam akan  menjadi bagian dari mereka dan jika ragu, mereka dapat mengacu pada nilai-nilai ini dan keyakinan mereka.”

Luar biasa…. Dan luar biasa bagi Benzema yang telah melakukan dua hattrick sekaligus. Hattrick bilhal dan hattrick di nou camp.

Hattrick nou camp karena menjadi torehan itu sejarah. Sejarah istimewa.  Istimewa sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah el real.

Mengalahkan barca di camp nou selalu jadi sentuhan istimewa tersendiri bagi Madrid. Terlebih, kali ini Benzema mencetak trigol untuk menyamai torehan legenda el real, Ferenc Puskas.

Puskas yang pesepakbola Rusia. Legendanya mengalahkan Mikail Putin. Hanya ada dua pemain real yang pernah mencetak hattrick di cam nou.  Ferenc Puskas dan Karim Benzema.

Yang jarak gol “hattrick” enam puluh tahun. Bukan main Benzema….Yang kehebatannya menggandakan kemenangan “el real,” begitu klub itu disapa. Menggandakan kemenangan “el real” lewat “hattrick”.

Terima kasih anak keturunan Alzajair warga negara Perancis atas dakwah Islam-nya di nou camp. Dakwah yang dulu digenggam oleh Zinede Zidan. Anak turunan yang sama dengan Benzema.

Nama lengkap Benzema adalah Karim Mostafa Benzema pengucapan bahasa Prancisnya ka.ʁim bɛn.ze.ma, tiga puluh lima tahun.

Sebagai pemain sepakbola professional dia juga sering dimainkan sebagai penyerang sayap. Dalam sepakbola disebut winger.

Winger terkenal karena kemampuan teknik, gaya permainan, dan kemampuannya dalam mencetak gol. Ia dideskripsikan sebagai seorang “penyerang bertalenta hebat” yang “tangguh dan mengagumkan”.

Juga  “seorang penuntas serangan yang efektif di kotak penalti.” Ini hanya sebuah deskripsi sebuah tulisan bola. Deskripsi yang dulu pernah mengantarkan saya meraih penghargaan sebagai reporter bola terbaik.

Maaf… lebay…..

Benzema bukan Alzajair luar dalam. Ia lahir di Kota Lyon, Perancis.

Untuk Anda tahu Alzajair itu dulunya adalah tanah jajahan Perancis. Seperti kita juga di jajah Belanda.

Memulai karier sepak bolanya di klub lokal, Bron Terraillon. Bergabung dengan klub terbesar di kotanya olymique lyionnais. Untuk kemudiannya menembus akademi klub tersebut.

Benzema tampil pertama kali sebagai pemain profesional ligue I dan tampil secara sporadis di tiga musim pertamanya, sementara Lyon menjuarai tiga gelar liga.

Selanjutnya  ia  tampil penuh di setiap laga secara reguler dengan  lebih dari tiga puluh gol dalam satu musim. Meraih anugerah pemain terbaik ligue plus  masuk ke  tim terbaik.

Memenangi bravo dari majalah bola Italia, guerin sportivo. Setelah  itu hengkang ke el real hingga hari ini. Setelah berjuang  mendapat tempat utama di tim elite klub yang juga sering disapa los blancos itu.

Sebagai anak manusia Benzema memang Alzajair luar dalam. Kakeknya, Da Lakehal Benzema berasal dari desa  kecil tighzert, utara Kota Beni Djelill sebelum hijrah ke Lyon  di tahun lima puluhan.

Ayahnya sendiri, Hafid, lahir di Tighzert, sementara ibunya, Wahida Djebbara, lahir dan tumbuh di Lyon.

Benzema adalah anak ketiga termuda dan tumbuh bersama delapan saudara-saudarinya lain di Bron, wilayah timur Lyon. Kedua adik laki-lakinya, Gressy dan Sabri juga tumbuh sebagai pemain sepak bola

Di ujung tulisan ini saya ingin mengingatkan Anda bahwa jadwal final copa del rey akan berlangsung tanggal tujuh bulan depan. Real Madrid versus Osasuna. Real Madrid plus Karim Mostafa Benzema. []

  • Darmansyah adalah wartawan senior, penulis “Kolom Bang Darman”