.
.
.

“Lost” KKA

Darmansyah

SAYA sengaja memilih kosakata “lost” di awal judul tulisan ini sebagai penanda kematian sebuah industri “zombie” PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Industri “zombie” yang belasan tahun sakratul. Dan menemui ajalnya di hari ketiga pekan pertama April kemarin lewat sebuah peraturan pemerintah.

Kata “lost” yang saya lekatkan bagi PT KKA bukan sebuah kata kerja atau verbal. Kosakata ini untuk memaknai kata kehilangan-kekalahan. Kehilangan-kekalahan yang bisa Anda maknai sendiri-sendiri.

Kehilangan-kekalahan sebuah industri, tidak hanya PT KKA tetapi banyak dialami yang lainnya. Melawan waktu.

Melawan masalah klasik seperti bahan baku, inftastruktur maupun utility. Saya tak tahu apakah PT KKA kalah oleh persoalan klasik ini. Sebab saya bukan analis industri skala “zombie” PT KKA. Bahkan bukan analis industri rumahan.

Saya memang terlambat menulis tentang kematian PT KKA ini. Yang untuk seterusnya akan saya akronimkan dengan kka. Terlambat menunggu karena analis akademis tak ada yang membedahnya.

Mereka sepertinya sedang berada di ruang hampa.

Ya… sudah. Saya pun menulis sendimen datarnya sebagai jurnalis.  Sendimen permukaan tentang pt kka.

Pt kka yang tidak hanya terkenal produk pulp-bubur kayu, tapi juga dikenal dengan hasil akhirnya: kertas kraft- zak semen. Bubur kayu dan kertas yang bahan bakunya dari tanaman dan tebangan pinus.

Produk kertas kantong semen jenis multiwall regular dan multiwall extensible yang keunggulannya pada  kekuatan tarik dan  ketahanan sobek yang lebih kuat.

Cocok untuk kantong semen dengan model lem dan jahit. Spesifikasi gramatur kertas yang sudah diproduksi gram per square meter.

Selain kantong semen industri ini  juga memproduksi kraft liner board gramatur. Kertas siap jual  yang dikemas dalam bentuk gulungan untuk kebutuhan ekspor.

Bagi saya pt kka tidak hanya industri “zombie”. Kka lebih dari sebuah pabrik pulp dan kertas zak semen karena ia pernah melambung tulisan saya di “bbc news”  lewat tragedi hak asasi manusia. Tragedi pembantaian.

Tragedi simpang kka. Yang di sebuah era pernah menjadi topik pemberitaan dunia. Menjadi headline BBC News di London, USA Today dan New York Times di Amerika hingga South China Morning Post di Hongkong.

Kalau kka hanya sebuah pabrik kertas media prestise dunia itu pasti tidak mau menulisnya. terlalu kecil. Sumir. Pt kka apalah besar dan artinya bagi media mainstream sekelas US Today atau The New York Time.

Bagi media itu, waktu itu, tragedi simpang kka lebih dari sebuah pabrik ukuran “zombie” di negeri ini. Tragedi yang sampai hari ini masih tersisa penyelesaiannya di meja Jokowi.

Yah… saya tidak sedang menulis tragedi simpang kka. Tragedi yang kini sedang diproses untuk dituntaskan. Setuntas-tuntasnya.

Yang penuntasannya menyebabkan saya menyapa wakil ketua timnya, Ifdal Kasim, saat jogging  memutar lingkar dalam gelora bung karno pagi kemarin, di hari tujuh belas ramadhan.

Ifdal yang mantan ketua komnas ham dan masih bagian dari trah saya di aceh ketelatan…. Hehe aceh selatan.

Perlu dicatat, pt kka pernah menjadi rumah singgah  Jokowi ketika mengawali praktek keinsinyuran sebagai karyawan selama tiga tahun  Jokowi pun, sepertinya, ingin mengingat kembali kka lewat penuntasan ham berat.

Pelanggaran ham berat simpang kka yang menyempal di sudut memorinya bisa tuntas agar ia bisa mengulang kembali keteduhan pinus didesa Jamuan, Bandar Baru, hingga ke benar meriah.

Keteduhan yang selalu diumbarnya di banyak moment.

Keteduhan merkusi asal  hutan lokal serta jenis radiata, yang berasal dari Australia dan Selandia Baru Yang tingkat hasil bahan bakunya sangat bagus untuk kertas kraft.

Dan kenangan inilah, mungkin…. Ya mungkin… menjadikan Jokowi membalik kembali tragedi itu. Tragedi yang belum tuntas buntut berbuntutnya.

Yang  disebuah moment lainnya, tiga april lalu, ia harus menggoreskan tanda tangan ……

…..dan pt kka dead… selesai…

Goresan pembubaran kka di peraturan pemerintah nomor tujuh belas tahun dua ribu dua puluh tiga ditekenan Jokowi. Tekenan bubar.

Dibubarkan didasarkan kajian aspek kinerja perusahaan, pasar, agilitas menghadapi disrupsi pasar, dan kemampuan melanjutkan kegiatan usaha.

Kajian final untuk pt kka kalimat “prokem: sebuah peraturan pemerintah :tidak bisa dipertahankan lagi. Dan likuidasinya dilaksanakan paling lambat lima tahun

Lima tahun untuk penyelesaian asset. Yang dalam bahasa bahasa kasarnya lingkungan pengusaha industri: penjualan besi tua.

Saya sendiri tak punya kenangan mendalam dengan pt kka. Ia hanya pernah melintas dalam satu, dua atau tiga tulisan saya dulu. Dan juga pernah saya takziahi  di ujung penanggalan februari lalu

Pt kka di desa jamuan, kecamatan banda baru. yang berjarak, persisnya, dua puluh enam kilometer dari pusat kota lhokseumawe. Yang sepuluh kilometer  di antaranya, adalah jalan desa menuju ke dataran tinggi gayo

Pabrik itu kini tak lagi beroperasi. Bak bangunan hantu. Di pintu gerbang, tak ada lagi piket petugas keamanan. Ketika melangkah ke arah kantor administrasi yang berlubang saya terseok.

Rumput-rumput tumbuh memanjang di areal pabrik. Deru mesin telah lama mati. “Sejak lima belas tahun lalu,” kata seorang pemotong rumput

Saya tak tahu apakah masih ada orang yang bekerja di area kantor administrasi itu. Tak ada denyut kehidupan Semuanya sepi dan sepi….

Saya pernah diberitahu, sejak  juni sembilan tahun lalu hanya mesin pembangkit listrik milik pabrik berkapasitas dua puluh mega masih mengaum. Mengaum dari pltu-nya. Yang arus listrik dijual ke pln

Saya juga diberitahu sejak tujuh tahun lalu selain pltu-nya, unit pembangkit listrik tenaga mesin gas juga diaumkan.

Berita untuk menghidupka aktifitas pabrik pernah  terdengar  kembang kempis. tetapi dalam hitungan kelayakan selalu terbentur  tembok masalah:  revitalisasi peralatan. Yang cost-nya subhanallah mahal hitungannya.

Angkanya, menurut seorang analis industri,  nggak akan berada di bawah satu triliun rupiah. Angka ini diamini banyak analis lainnya. Bahkan disetujui  banyak consultan industri. Belum lagi pengelolaan hutan untuk bahan baku.

Memang dari sisi penyerapan tenaga kerja ada plusnya. tapi apakah ada investor yang berani mempertaruhkan duitnya? Jawabannya ringkasnya: no

Selain terseok ke arah pabrik saya menyempatkan singgah di kompleks perumahan yang letaknya berdekatan dengan pabrik. Perumahan  yang pernah ditempati sepupu saya di awal eksistensinya.

Yang saya nggak tahu apakah dia kenal dengan Jokowi sesama karyawan. entah… saya nggak pernah bertanya..

Komplek perumahan  dengan tiga ratus  lima puluh unit rumah dulunya memiliki fasilitas penunjang, seperti sekolah, masjid, klinik, supermarket, lapangan sepak bola dan wisma

Yang ketika saya keliling pagar pembatas antara komplek dengan lingkungan luar sudah roboh. Hal ini mengakibatkan ada beberapa aset perusahaan yang hilang.

Pt kka yang saya tahu adalah sebuah  perusahaan milik negara penghasil kertas kantong semen. Dibangun tahun seribu sembilan ratus delapan puluh lima yang investasi empat ratus dua puluh empat juta us dollar

Pabrik dan komplek nya berada di atas lahan seluas dua ratus dua puluh hektar. Lokasi pasnya di desa jamuan, kecamatan banda baro, aceh utara

Pabrik ini  mulai beroperasi di ujung tahun delapan puluh sembilan dan berproduksi secara komersial setahun kemudian

Tujuh belas tahun usai berpruduksi, akhir tahu dua ribu tujuh pt kka resmi berhenti beroperasi Alasannya macam-macam

Kondisi teknologi alat produksi sudah tertinggal yang kalau direvitalisasi, akan membutuhkan biaya investasi yang sangat besar.

Lainnya, pendapatan sejak sebelas tahun lalu  hanya berasal dari optimalisasi pembangkit listrik yang saat ini dijalankan dengan skema kso sewa pembangkit.

Untuk Anda tahu posisi ekuitas kka sejak dua tahu silam sudah negatif dua triliun rupiah. Ekuitas  beban utang dengan jumlah yang sangat besar ke kreditur.

Dengan posisi ekuitas ini dipastikan tertutup semua pintu  pinjaman kepada bank ataupun mencari mitra strategis untuk melakukan penanaman investasi.

Pt kka memang sudah habis. Saya hanya bisa menuliskan eksistensi sejarahnya. Sejarah yang panjang di era suara “merdeka” lewat sorak “referendum.”

Suara “merdeka” dan “referendum” yang tersumbat oleh kerasnya tantangan dari Jakarta yang mengemasnya dalam dua kara “no free.”

Untuk itu dihari-hari pekan pertama kematiannya saya ingin mengutip sepenggal kesejarahannya.

Dan inilah dia penggalannya kesejarahannya itu;

Kesejarahan pt kka yang dibangun untuk sebuah megalomania  program swasembada pengadaan kertas kantong semen di dalam negeri.

Kka didirikan tanggal  dua puluh satu februari empat puluh tahun silam berawal dari surat persetujuan presiden sebagai perusahaan penanaman modal asing,

Yang dalam perkembangan. dua tahun kemudian, diubah jadi penanaman modal dalam negeri ketika salah satu pemegang sahamnya,  georgia pacific international corporation, out.

Sebagai pemegang saham mayoritas. Sembilan puluh enam koma enam puluh tujuh persen,  pemerintah menjadikan pt kka sebagai badan usaha milik negeri. Sisanya dipegang pt alas helau

Alas helau yang terkenal sebagai pemilik lahan pinus.

Kka sendiri memiliki pabrik dengan kapasitas terpasang  seratus tiga puluh lima ribu ton per tahun. Besar sekali untuk ukuran waktu itu.

Berlokasi di kawasan industri lhokseumawe, Tiga puluh kilometer dari kota kabupaten aceh utara. Lhokseumawe, waktu itu. Sebelum sang ibukota pindah ke lhoksukon.

Bahan baku untuk pt kka berupa kayu pinus dipasok oleh pt tusam hutani lestrai  yang enam puluh persen sahamnya dimiliki pt alas helau dan inhutani empat puluh persen sisanya.

Tusam hutani lestari sendiri adalah pemilik hak pengusahaan hutan, yang luasnya Sembilan puluh tujuh ribu hektar

Dengan luas areal hph itu diprediksi kebutuhan bahan baku kayu sebesar empat ratus ribu ton terpenuhi  lewat asumsi setiap hektare lahan dapat menghasilkan sekitar dua ratus ton kayu per hektar

Dalam perjalanannya, pasokan bahan baku kayu ini mengalami gangguan menyusul izin tebang menyusul dikeluarkannya moratorium logging di bulan juni dua puluh enam tahun silam.

Moratorium ini menyebabkan tingginya pungutan tidak resmi  atau high cost economic dan plas plus… dengan krisis moneter.

Di awal keberadaanya mesin-mesin yang digunakan pt kka merupakan  mesin-mesin yang modern dengan teknologi terbaru.

Mesin kertas yang digunakan dalam pembuatan kertas adalah mesin-mesin dengan sistem produksi satu lini, dengan kapasitas jumbo roll tipe dua ratus delapan puluh maksimum dipotong menjadi tujuh ukuran shipping roll.

Sebagai industri peminum air besar kebutuhan untuk kegiatan pabrik dan sarana penunjang lainnya cukup melimpah. dalam ukuran empat ratus tiga puluh liter  perdetik.

Sumber airnya air berasal dari krueng peusangan  yang dialiri dari danau laut tawar. Di pinggir krueng peusangan dibangun tempat pengambilan dan penampungan air serta pengendapan lumpur

Untuk selanjutnya diproses di unit pengolahan air. Air yang sudah diolah kemudian dialirkan melalui pipa ke pabrik.

Sejak awal perusahaan sudah mengantisipasi penanganan masalah pencemaran terhadap lingkungan pabrik dengan mempersiapkan sarana penanggulangan limbah

Akhir desember  enam belas tahun lalu pt kka tersendat. Menghentikan produksinya dengan alasan ketiadaan perolehan bahan baku dan gas

Secara umum permasalahan industri kraft ini  dibagi dalam dua aspek. Operasional  dan  keuangan.

Aspek operasional  ketidakpastian pasokan bahan baku kayu pinus dalam jumlah yang memadai pada harga yang wajar dan pasokan sumber bahan bakar dengan harga yang wajar.

Sedangkan aspek keuangan perusahaan kka memiliki beban hutang  sangat besar kepada kreditur.

Hal ini menyebabkan kondisi keuangan perusahaan tak bisa  melakukan pinjaman kepada bank ataupun mencari mitra strategis untuk melakukan penanaman investasi.

Iniah yang bisa saya tulis. Selebihnya wallahualam…[]

  • Darmansyah adalah wartawan senior, penulis “Kolom Bang Darman”