Awas! Ada Modus Baru Penipuan Nasabah Bank Melalui Medsos

Said Zainal Arifin

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Manajemen Bank Aceh merilis informasi berupa peringatan agar nasabah berhati-hati merespons berbagai pesan masuk ke smartphone yang mengatasnamakan layanan bank.

“Modus penipuan di zaman yang serba digital ini semakin beragam. Yang terbaru adalah modus penipuan dengan alasan mereka keberatan lalu kirim link instagram palsu melalui aplikasi pesan singkat,” ujar Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin, Jumat, 28 April 2023.

Dikatakan, melalui modus tersebut, nantinya pelaku meminta untuk menghapus postingan. Sekali calon korban mengklik link tersebut, maka data pribadi mereka akan segera dicuri oleh pelaku.

Ditambahkan Said, saat ini modus penipuan juga telah menggunakan sejumlah modus melalui kanal whatsapp maupun aplikasi pengiriman pesan singkat beserta suara yang mempunyai kemampuan berbagi gambar atau foto, video, dokumen, lokasi, dan jenis format media lainnya.

“Pelaku menggunakan sejumlah media untuk meyakinkan calon korban seperti undangan nikah digital, foto paket, bukti transfer, tagihan internet, link lowongan pekerjaan dan surat tilang yang lazim menggunakan format APK,” ujar Said.

Dikatakan, APK atau Android Package Kit adalah format file yang digunakan untuk menghimpun berbagai elemen guna memasang aplikasi pada Android.

Elemen APK yang dimaksud berisi kode dan aset program perangkat lunak. Ciri format ini yakni tertera tulisan APK atau .apk pada akhir nama file.

File APK dengan beragam modus ini melakukan pencurian data pribadi.

Penerima pesan diminta untuk mengeklik file yang dikirim dengan alasan untuk mengecek resi. Padahal ketika diklik, sebuah aplikasi pencuri data pribadi pada ponsel telah terpasang tanpa sepengetahuan korban.

Data pribadi yang telah dicuri dapat menimbulkan kerugian tak terhingga.

Secara sederhana, APK merupakan format yang mirip dengan format .rar atau .zip yang mengkompresi, mengekstrak, atau mengarsip data tertentu menjadi satu kesatuan. Bedanya, APK khusus digunakan untuk instalasi aplikasi Android.

Penipuan Medsos Bank Aceh

Seiring dengan berkembangnya media sosial, saat ini juga marak terjadi penipuan di sejumlah media sosial seperti instagram, facebook, tiktok, twiter, dan lainnya.

“Pelaku menggunakan media sosial untuk mengajak atau mengarahkan nasabah pengguna Mobile Banking Action untuk melakukan pendaftaran ataupun klik link terhadap layanan fitur produk Bank Aceh,” ujar Said.

Dikatakan, pelaku menggunakan iming-iming gratis serta sejumlah promo untuk menarik pengguna.

Selanjutnya, nasabah akan digiring untuk mengisi data-data penting perbankan nasabah yang mengakibatkan akun Action nasabah akhirnya bisa dikuasai oleh penipu.

“Maraknya penipuan ini kami sinyalir dilakukan oleh sindikat yang terorganisir,” tandas Said.

Ia mengatakan agar nasabah selalu memperhatikan SMS OTP yang masuk. Jika Aktifitas atau transaksi itu tidak pernah dilakukan, agar segera laporkan ke kantor Bank Aceh terdekat atau ke layanan call center 1500845.

Dijelaskan Said, kode OTP adalah singkatan One Time-Password atau bisa juga diartikan sebagai kode password yang hanya bersifat sementara dan dapat digunakan satu kali saja.

“Kode One Time-Password umumnya digunakan sebagai password sekali pakai yang ditujukan untuk melakukan proses verifikasi di aplikasi smartphone.

Keberadaan OTP bertujuan untuk menghindari tindak kejahatan digital (cyber crime),” ujar Said seraya mengatakan betapa pentingnya menjaga kode OTP.

Selain itu, ditambahkan Said, nasabah juga dapat melakukan konfirmasi ke Bank Aceh jika mendapatkan informasi yang bersumber dari pihak lain, sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perlu diketahui, saluran informasi resmi terhadap Bank Aceh dapat diakses melalui Website www.bankaceh.co.id, telepon 065122966, Instagram di @bankacehofficial, Youtube: Bank Aceh Official, Twitter: @bankacehsyariah dan Tiktok di @bankaceh_official.

Sementara alamat email resmi Bank Aceh adalah divisi.cotary@bankaceh.co.id.[]