JCH Tertua dari Aceh Tahun Ini Berusia 1 Abad, Termuda 18 Tahun, 35 Orang Gagal Berangkat

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari menggelar konferensi pers menjelang pemberangktan JCH Aceh Kloter 1 dilaksanakan di Media Center Haji PPIH Enbarkasi Aceh di Banda Aceh, Senin, 22 Mei 2023. (Foto Ali Mengeu/Portalnusa.com)


PORTALNUSA.com | BANDA ACEH –
Sebanyak 35 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh yang masuk kuota pemberangkatan tahun 1444 H/2023 M dilaporkan gagal berangkat dengan berbagai sebab.

“Kuota haji Aceh tahun ini 4.378 orang, namun jumlah yang berangkat 4.343 orang, selebihnya (35 orang) gagal berangkat karena alasan kesehatan dan beberapa kendala lain,” kata Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari pada konferensi pers, Senin, 22 Mei 2023.

JCH Aceh Kloter 1 akan diberangkatkan Rabu, 24 Mei 2003 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Jamah Kloter 1 Aceh masuk asrama Selasa, 23 Mei 2023 untuk mengikuti  pemeriksaan kesehatan, penyerahan paspor, gelang dan kartu Baitul Asyi.

“JCH Kloter 1 berjumlah 393 orang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Pidie Jaya,” kata Azhari.

Azhari menambahkan, jamaah tertua tahun ini bernama Muhammad Taher Abdussalam berusia 100 tahun asal Gayo Lues. Sedangkan jamaah termuda bernama Abizar Al Aqsha berusia 18 tahun asal Bireuen.

Jamaah tertua dan termuda itu akan  tergabung dalam Kloter 6 yang akan berangkat  pada 29 Mei 2023.

Dikatakannya,  Asrama Haji Aceh akan menerapkan pelayanan sistem one stop service yaitu pelayanan satu atap mulai dari kesehatan sampai pembagian kartu kamar diberikan di tempat penerimaan.

Setiba di Mekkah, lanjut Azhari,  seluruh jamaah asal Aceh akan ditempatkan di Hotel Alkiswah Jarwal Sektor 7 Daerah Kerja (Daker) Mekkah.

Dari sana, jamaah haji bisa berjalan kaki ke Masjidil Haram selama 25 menit dengan jarak tempuh 1,9 km atau menggunakan Bus Shalawat yang disediakan PPIH Arab Saudi.[]