Rony Widijarto Purubaskoro Gantikan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan BI Aceh

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Senin 12 Juni 2023. Pengukuhan dan serahterima jabatan dari Achris Sarwani kepada Rony Widijarto Purubaskoro, itu dilakukan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto Humas Aceh)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH  – Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menyaksikan pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh di Anjong Mon Mata, Senin, 12 Juni 2023.

Kepala Perwakilan BI Aceh yang dikukuhkan itu adalah Rony Widijarto Purubaskoro menggantikan Achris Sarwani.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan Rony Widijarto Purubaskoro adalah salah satu sosok terbaik di Bank Indonesia. Rony kini ditugaskan menggantikan Achris Sarwani untuk membantu membangun ekonomi kerakyatan di Aceh.

“Pak Gubernur, para tokoh ulama dan seluruh masyarakat Aceh, saya titip anak kesayangan kami ini. Tolong bantu kami menjadikan anak kesayangan kami ini agar bisa membawa kesejahteraan dan kepedulian sosial bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh,” ujar Perry.

Sebelum bertugas di Aceh, Rony Widijarto Purubaskoro merupakan Kepala Perwakilan BI Gorontalo. Sementara Achris Sarwani kini dipromosikan menjadi Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat.

Promosi jabatan dan pelantikan kedua pejabat tersebut telah dilakukan awal tahun 2023. Namun baru Senin 12 Juni 2023 gelaran pengukuhan.

“Mohon maaf jika pengukuhan baru kita lakukan hari ini. Tapi alhamdulillah dari laporan Pak Rony sebelumnya telah bertemu dengan bapak Gubernur, ulama, tokoh masyarakat dan pelaku UMKM di Aceh,” kata Perry.

Perry mengatakan, Achris Sarwani telah melakukan kinerja terbaik meningkatkan ekonomi Aceh saat Covid melanda. Demikian juga dengan Rony yang telah bekerja baik selama bertugas di Gorontalo. Apa yang telah dilakukan Achris Sarwani diharapkan bisa dilanjutkan oleh Rony Widijarto, yaitu membangun ekonomi Aceh ke arah lebih baik, tentu dengan dukungan Gubernur, ulama dan seluruh masyarakat Aceh.

Perry Warjiyo melanjutkan, ada beberapa aspek yang harus diutamakan dalam membangun Aceh.

Pertama adalah memastikan masyarakat Aceh memenuhi kebutuhan hidup dengan harga terjangkau.  Selanjutnya adalah,  pemberdayaan ekonomi rakyat, di mana BI mempunyai program pemberdayaan UMKM. Untuk itu ia mengajak semua pemangku kepentingan agar melakukan pendekatan ekonomi kerakyatan.

“Untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, pendekatannya harus kelompok tidak boleh sendiri-sendiri,”tandas Perry.

Perry juga berpesan agar Roni membantu digitalisasi perbankan.

Selanjutnya adalah hilirasasi. Potensi Aceh dalam hal perkebunan dan pertanian sangat besar. Karena itu hilirisasi penting di mana hasil alam yang selama ini hasil mentah yang keluar haruslah diproses terlebih dahulu sebelum dibawa keluar dari Aceh.

Dengan itu rakyat bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Terakhir, kata Perry, adalah pemberdayaan ekonomi syariah. []

 

Penulis: Meylida AbdaniEditor: Nasir Nurdin