Prank Putin, Hahaha…

Darmansyah

Barat kena prank…..

Awalnya blok barat yang dimotori NATO dan Zelensky, si bintang “stunt up” Ukraina berjingkrak.

Rusia pecah. “coup de tat.” Kudeta.

Beritanya begini: Preman Prigozhini bawa pasukan swakarsa bernama wagner menuju Moskwa. Makar ala bulldozer dimulai.

Dimulai pula “hunting news” media dunia. Mainstream dan medsos. Semuanya berlomba hingga terbirit-birit. USA today, the new york time, cable news network. Saling berebut sumber.

“Up date news.” Perbaharui dan perbaharui plus salin pendapat analis.

Tidak hanya gajah media yang kini telah mengubah platform print ke platform digital. Kantor berita  gajah bengkak: united press, reuter dan associated pers menghitung menit untuk menurunkan laporan.

Eee… ternyata si juru masak Prizoghini si dalang makar ala swakarsa wagner itu menyerah. Pasnya di kilometer dua ratus sebelum Kremlin.

Makar bubar. Mantan preman itu dilucuti. Hengkang ke Belarusia. Say hello.. dadada.. Damai…

Putin hahaha…

Strategi?

Entah ya…

Pikir Zelenskyy: Ukraina bisa tiba-tiba menang. Barat harus memanfaatkan momentum ini. Ia minta negara NATO meningkatkan pengiriman senjata ke garis depan.

Tapi konvoi bersenjata tentara swakarsa itu mendadak berhenti. Presiden Belarus Aleksander Lukashenko, terus berbicara dengan panglima mereka. Mereka bersahabat. Khas preman. Sejak lama.

Lukashenko merayu. Sebaris kalimat pendek: Prigozhin jangan meneruskan kudeta. Presiden Rusia Vladimir Putin, rupanya curhat soal Prigozhin ke Lukashenko.

Tiga orang ini sahabat. Satu gang. Tiga sekawan. Beda tugas. Putin sebagai ketua. Lukashenko sebagai ujung tombak. Prigozhin tukang terobos.

Tidak mungkin sahabat mengudeta sahabat. Sasaran Prigozhin bukan sahabat. Putin. Yang mau mereka tumbangkan adalah Menteri Pertahanan.

Yang kalau sang menteri tumbang, Putin bisa ikut tumbang. Menteri Pertahanan membawahkan pasukan resmi negara. Dengan kekuatan jauh lebih besar.

Seperti Menteri Pertahanan negeri ini. Prabowo Subianto. Yang membawahkan pasukan dan kekuatan persenjataan. Yang merencanakan beli pesawat tempur mirage dari Qatar.

Mirage tua. Rencana pembelian yang luput dari investigasi media. Bukan seperti pembelian kapal perang tua eks Jerman Timur dulu era Soeharto. Kapal perang tua yang direvitalisasi BJ Habibie.

Habibie yang Menteri Riset dan Teknologi. Diinvestigasi majalah Tempo. Ditulis sebagai laporan utama. Lantas Tempo terjengkang. Dicabut surat izin cetaknya, Kolap.

Tapi di era gak ada lagi surat izin cetak tak ada yang namanya investigasi. Prabowo senang dan tenang aja. Melaju sebagai pemilik elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon presiden.

Era sudah berubah. Berubah pula pola kerja media. Ya… sudah…

Untung saja negeri ini tak memiliki tentara swakarsa. Walau pun punya preman swakarsa. Tapi gak resmi. Kalau resmi bisa cilaka. Bisa jadi tentara. Seperti di Sudan dan wagnernya Rusia.

Yang bisa menyebabkan tentara resmi  tidak puas. Itulah yang terjadi di Rusia. Putin terlalu memberi angin kepada tentara swakarsa. Pasukan swakarsa pun kian besar.

Lantas saya teringat tentang tentara milik Nagabonar. Tentara Bonar yang cuma  adadi film. Yang skenarionya ditulis Asrul Sani dan tayang di tahun seribu sembilan ratus delapan puluh tujuh.

Nagabonar adalah film komedi situasi dengan latar peristiwa perang kemerdekaan. Setting-nya sumut-semua urusan uang tunai. Karakter pemeran utamanya mirip Prizoghini.

Tapi di Nagabonar ceritanya fiktif. Fiktifnya disalin dengan apik oleh Dedi Mizwar.

Film-nya sendiri disutradarai Mourthada Risyaf disapa mt risyaf. Anak pemangkat yang memulai karis di film “kembang semusim.”

Saya nggak ingin melanjutkan cerita film Nagabonar. Anda telusuri sendirilah karakter si preman yang jadi pejuang lewat tentara swastanya. Ada bumbu kisah kasih dan lainnya. Seterusnya  “happy ending.”

Ini yang membedakan Nagabonar fiktif dengan Nagabonar wagner. Nagabonar yang yang kini berbalik dikuatirkan jadi kekhawatiran barat dan Zelensky.

Khawatir sebagai strategi. Strategi Putin memanfaatkan Prigozhin untuk jadi buldozer menyerang Kyiv dari jarak yang lebih dekat. Dari Belarus.

Akankah ini strategi seorang Putin?

Saya gak bisa jawab atau menulisnya. Bukan ahli strategi. Apalagi strategi intelejen militer. Kalau Anda mau tahu tanya saja tuh ke sana. Hendropriyono.

Bisa juga ke Luhut. Itupun kalau gak digemerutuk.

Semula barat sudah sangat senang dengan ulah Prigozin ini. Tapi-nya ternyata sandiwara besar. Mungkin untuk abad ini. Dengan sandiwara itu musuh Rusia semua kelihatan.

Makanya Anda perlu tahu kenapa pasukan ini diberi nama wagner. Wagner itu sebuah kosakata bahasa jerman. Tukang roda. Karakteristiknya cerdas dan berjiwa petualang. Preman.

Latar belakang Prigozhin sendiri juga preman besar. Pencuri, perampok, penjahat, dan segala macam kepremanan lainnya. Lalu dipakai penguasa.

Musuh Rusia yang semula samar menampakkan dirinya. Masih ingat ketika Prighozin dipersulit amunisinya di Bakhmut dan mau mundur dari Bakhmut

Ternyata bukannya mundur tapi malah menguasai Bakhmut. Itulah taktik militer Prighozin.

Ingat,  Putin adalah mantan intelejen hebat. Bagaimanapun langkahnya pasti cerdas.

Saat ini Putin mengijinkan Prighozin dan pasukannya untuk keluar dari Rusia menuju Belarusia. Kenapa harus Belarusia?

Ini harus diwaspadai oleh Barat. Kiev bisa diserang oleh wagner dari sisi Belarusia dan langsung ke jantung Kiev.

Saat ini posisi wagner lebih dekat ke Kiev daripada Moskow. Ukraina akan semakin merana jika ini terjadi. Kita lihat sajalah perkembangan ke depan.

Ingat nuklir Rusia sudah stand by di Belarusia. Ini artinya amunisi dan senjata sudah siap dan lebih cukup memadai di Belarusia untuk menyerang Ukraina.

Yang belum ada justru tentaranya. Makanya dikirimlah wagner ke Belarusia untuk menggunakan sebaik mungkin senjata dan amunisi yang sudah disiapkan di Belarusia.

Lagi-lagi barat dibuat senam jantung sama Mr. Putin.

Perlu juga tahu, tentara swasta Rusia tidak hanya wagner. Masih masih ada kadyrovites batalion akmat dari Cheshnya.

Rusia tahu pasukan putin bisa menjadi boomerang. Wagner sudah terlalu besar, maka harus dikendalikan, dibawah kemenhan.

Maka undang-undang baru diteken. Mulai satu Juli nanti  semua tentara kontrak harus sudah teken perjanjian.

Kadirovitessetuju, Wagner menolak. Mereka  menganggap Menteri pertahanan  lemah, tidak punya strategi yang baik, tidak mau kirim senjata, menyebabkan banyak pasukan wagner terbunuh sia-sia.

Mereka menuding Menteri pertahanan tidak kompeten. Atau jangan-jangan si Menteri pertahanan  Sergei Shoigu menekan agar wagner mau teken kontrak?

Wagner tidak mau teken kontrak kalau menteri pertahanan tidak diganti. Tentu bos wagner juga mimikirkan: mau jadi apa tentaranya nanti, apakah mau menganggur.

Deadline sudah semakin dekat. Maka dilakukan pawai damai menuju moskwa, untuk menuntut keadilan. Alasannya tentara wagner di bom dari belakang oleh pasukan rusia sendiri.

Pawai itu serius, satu pesawat enam heli sudah dihancurkan wagner, termasuk jenis kamov  terbaru yang canggih itu.

Tentara resmi  sempat memberi tembakan peringatan. Menembak truk angkut wagner yang kosong, masih di instruksikan untuk tidak menyerang. Putin sudah mengumumkan wagner sebagai penghianat.

Bos wagner pun berpikir, tindakannya hanya merugikan Rusia sendiri. Dicari jalan negoisasi, Lukashenko,

Maklum tiga sekawan, tiga peran plus satu tujuan Lantas ada dialog. Imajiner saya

“Anda ini mau berontak beneran..?” “Ya gak lah..”

“Ngapain mau longmarch ke Kotaraja..?”

“Itu anak-anak saja.mis komunikasi..”

“Maksudnya..?”

“Lha posisi mereka di rudal ya wajar mereka marah. Lagian Mentri anda lambat banget. Tidak cepet-cepet arahkan kekuatan ke Kotaraja lawan..”

“Oke. Nanti mentri itu saya urus..”

“oke juga. Pasukan yang akan longmarch ke Kotaraja, nanti saya belokkan arah lain. Pura-pura tak suruh beli rujak garuda aja”

Kemudiannya…haha…..[]

  • Darmansyah adalah wartawan senior, penulis “Kolom Bang Darman”