Perguruan Tinggi Al-Washliyah Wisuda 130 Sarjana, Total Lulusan Sudah Mencapai 3.995 Orang

Prosesi wisuda lulusan Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh, Rabu, 17 Januari 2024. (Dok Al-Washliyah for Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh mewisuda 130 Mahasiswa Program Sarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024 pada tiga Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI).

Wisuda Angkatan XXII dilaksanakan pada Rapat Senat Terbuka di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu, 17 Januari 2024.

Prosesi wisuda itu sendiri berlangsung khidmat dipimpin oleh Ketua Senat Adnin AS, S.Pd., M.Pd diwarnai suasana haru, tangis dan tawa para tamu undangan serta orang tua para wisudawan.

Informasi yang diterima Portalnusa.com, hadir pada acara tersebut Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M bersama rombongan dari Jakarta.

Juga hadir perwakilan Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Aceh, Ketua Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kota Banda Aceh Dr. Yusra Jamali, M.Pd bersama segenap pengurus lainnya. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XIII Wilayah Aceh Dr. Rizal Munadi, M.T., Perwakilan Kopertais Wilayah Aceh Dr. Ismail Ansari, M.A, beserta kepala lembaga dan instansi terkait lainnya.

Lahirkan 3.995 lulusan

Ketua Panitia Pelaksana, Saddam, S.Pd., M.Si, melaporkan jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 130 lulusan dengan komposisi 57 orang dari STKIP, 28 orang dari STISIP, dan 45 orang dari STAI.

Dengan demikian, katanya, Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh sampai saat ini telah melahirkan 3.995 lulusan yang sebelumnya berjumlah 3.865 lulusan.

“130 orang mahasiswa lulusan terdiri dari prodi Pendidikan Geografi 44 lulusan, Pendidikan Bahasa Arab 13 lulusan, prodi Ilmu Administrasi Negara 19 lulusan, Antropologi 9 lulusan, Pendidikan Agama Islam 17 lulusan, Hukum Ekonomi Syariah 19 lulusan dan prodi Hukum Pidana 9 lulusan,” rincianya.

Ketua STKIP Al-Washliyah Banda Aceh, Agustizar, S.Pd., M.Pd mewakili dua ketua sekolah tinggi lainnya menekankan pentingnya wisudawan sebagai pribadi tangguh yang belajar sampai perguruan tinggi untuk menjadi agent of change dalam masyarakat serta mampu menjawab tantangan global yang semakin hari semakin penuh dinamika dengan persaingan yang begitu ketat.

“Perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi tolak ukur bagi wisudawan dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI XIII Wilayah Aceh Rizal Munadi mengharapkan penggabungan dua sekolah tinggi Al-Washliyah Banda Aceh menjadi Universitas menjadi semangat baru dalam bersinergi membangun kampus Al-Washliyah terakreditasi unggul dan go internasional.

Hal senada juga disampaikan Perwakilan Kopertais Wilayah Aceh, Ismail Ansari, perlunya peningkatan kapasitas kompetensi dosen dan tenaga kependidikan guna menjawab tantangan dan persaingan antarperguruan tinggi dalam mewujudkan tingkat prestasi serta akreditasi kampus yang unggul.

Jangan hanya cerdas pikiran

Ketua Umum PB Al-Washliyah, Masyhuril Khamis berpesan kepada para wisudawan agar menjadi contoh dalam berperilaku layaknya insan yang cerdas berilmu, jujur dan beriman.

Sarjana, lanjut Khamis, jangan hanya menjadi ilmuan yang cerdas pikirannya, tapi juga harus cerdas hatinya dalam menyikapi sesuatu dalam kehidupan.

“Kepekaan hati terhadap suatu kondisi, situasi maupun keadaan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat menjadi kunci suksesnya seorang sarjana dalam meraih predikat ilmuan sejati yang cerdas berpikir dengan akal pikiran dan hati. Itulah yang namanya akhlakul karimah” ujarnya.

Orasi ilmiah

Prosesi wisuda lulusan Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh juga diwarnai dengan lagu persembahan Ayah dan Bunda dari wisudawan dan penyerahan penghargaan kepada para mahasiswa lulusan yang berprestasi serta Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Yusra Jamali.

Yusra Jamali dalam orasinya yang bertema ”Model Pengkaderan Al Jam’iyatul Washliyah: Analisis Kontributif Kader Berkelanjutan”, mengajak semua wisudawan untuk berkarya dan berkontribusi takzim kepada orang tua sebagai jati diri dan sikap mental seorang sarjana.

Yusra menambahkan, pendidikan tinggi tidak berhenti sampai di sini, bahkan sarjana harus menjadi semangat awal untuk melanjutkan pendidikan sampai doktoral. Sikap mental pantang menyerah, berdedikasi, jujur, disiplin komunikatif, pekerja keras, cinta Tanah Air, toleransi dan patriotisme perlu dipertegas dengan semangat dan motivasi yang tinggi berbasis pada visi, misi, dan tujuan.

”Pro-aktif dan kontributif wisudawan sebagai seorang sarjana memiliki pengaruh besar dalam keluarga dan masyarakat.” tutup Yusra Jamali.[]