PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Aceh melaksanakan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) Sisa Masa Bakti 2025-2026, Senin, 24 Februari 2025.
Muskerda yang berlangsung di Aula BKOW Aceh berhasil melahirkan sejumlah draf strategis untuk dibawa ke Musyawarah Daerah (Musda) 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Hj. Fadhilah, M.Pd melaporkan tujuan muskerda untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan pada masa sebelum muskerda (2021-2024) dan merencanakan program sisa masa bakti 2025-2026.

Peserta dan peninjau berdiskusi terkait draf penyempurnaan Anggaran Dasar (AD)/ Anggaran Rumah Tangga (ART), draf program kerja umum dan draf rekomendasi. “Semua draf ini untuk memudahkan dan melancarkan pelaksanaan Musda 2026,” kata Fadhilah.
Pada Musda 2026 nanti, salah satu yang jadi fokus peserta adalah pemilihan Ketua Umum (Ketum) Masa Bakti 2026-2031.
Muskerda BKOW Aceh Tahun 2025 diikuti peserta dan peninjau berjumlah 80 orang berasal dari utusan organisasi dalam BKOW.
“Kegiatannya berlangsung sangat lancar dan dinamis,” ujar Fadhilah dari organisasi IPBI Aceh.
Ketum BKOW Aceh, Dra. Hj. Kasumi Sulaiman, MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan haru karena acara ini benar-benar didukung sepenuhnya oleh organisasi yang bernaung di BKOW.
“Apalagi ada anggota BKOW yang dulu pernah bersama kini mendaftar kembali seperti IKABOGA, Alisah Khadijah, PUAN, Forhati, PDRI dan anggota yang baru bergabung yaitu Putro Aceh, LINA dan Fahmi Umi,” kata Kasumi.
Kasumi melaporkan dirinya baru satu bulan menjabat sebagai Ketum BKOW Aceh menggantikan Almarhumah Hj. Nurhayati RA. Namun, katanya, meski baru sebulan tetapi ada beberapa kegiatan penting yang telah dilaksanakan seperti Muskerda 2025 yang merupakan amanah AD/ART.
Muskerda harus dilaksanakan satu kali di antara dua musda, yaitu Musda 2021 dengan 2026.
Akan direhab total
Dalam sambutannya Kasumi juga menginformasikan bahwa Gedung Badan Kerukunan Inong Aceh (BKIA) tempat BKOW bersekretariat ini akan direhab total oleh Pemerintah Aceh dan paling lama akhir Februari 2025 sudah dikosongkan.
“Ini juga yang menjadi alasan kenapa muskerda ini harus segera dilaksanakan,” kata Kasumi.
Mulai 25 Februari 2025, BKOW akan pindah sementara ke Jalan Cempaka Nomor 16, Prada I, Banda Aceh hingga rampungnya proses rehab gedung ini.
Kasumi mengajak semua organisasi wanita yang sudah bergabung di BKOW baik yang sudah lama maupun yang baru untuk berkolaborasi memajukan BKOW.
Humas Panitia Muskerda BKOW Aceh, Ny Hanifah menginformasikan, kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu ikut dihadiri mewakili Yayasan Cut Nyak Dhien, istri wakil Ketua DPRA, istri Wakil Wali Kota Banda Aceh, DWP Provinsi Aceh, Bhayangkari, Dharma Pertiwi dan tokoh-tokoh perempuan lainnya.

Sidang-sidang muskerda berjalan sesuai mekanisme yang dipimpin secara bergilir oleh SC yang diketuai Dr. Hj. Harbiyah, M.Pd, (Laskar Cut Nyak Dhien Aceh), Wakil Ketua Taty Meutia, S.KH, M.Si, (IPEMI Aceh), Sekretaris Dr. Hj. Ida Friatna, M.Ag (Fatayat NU) dan Anggota Hj. Ainal Madhiah, S.Sos, M.Si. (FPPI).[]