PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Dua lelaki yang dipergoki melakukan hubungan sejenis (liwath) seperti riwayat kaum Nabi Luth dieksekusi cambuk masing-masing 82 kali, Kamis, 27 Februari 2025.
Hukuman cambuk sebanyak total 159 kali itu didasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah (MS) Kota Banda Aceh.
Eksekusi cambuk terhadap kedua terpidana digelar di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh.
Terpidana Apis Irawan mendapatkan giliran pertama menghadap algojo.
Para terpidana dieksekusi setelah mendengar ceramah singkat yang disampaikan Ustaz Zul Arafah. Apis mengenakan baju putih berdiri di tempat yang telah ditentukan.
Setiap hitungan 10, cambuk dihentikan. Apis diberikan air mineral serta tim medis mengecek kondisinya.
Apis menjalani eksekusi hingga hitungan 82. Setelah itu dia dipapah polisi syariah untuk dibawa ke tempat istirahat.
Dalam persidangan, Apis dijatuhi hukuman cambuk 85 kali. Namun karena dia telah mendekam di penjara selama tiga bulan, hukuman terhadapnya dikurangi tiga kali.
Terpidana kedua, Delmaza Ahmad dicambuk sebanyak 77 kali setelah dikurangi masa tahanan. Delmaza divonis 80 kali cambukan.
Proses eksekusi terhadap Delmaza juga sama dengan Apis yakni setiap hitungan 10 kali eksekusi cambuk dihentikan.
Usai eksekusi, dia berjalan ke tempat istirahat dengan dikawal polisi syariah.
Sebelumnya, dua pria di Banda Aceh itu diamankan warga saat tengah bermesum ria sesama jenis di sebuah kamar indekos di Banda Aceh.
Kasus itu bermula saat terdakwa AI menjemput DA di Asrama Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Kamis sore 7 November 2024 untuk dibawa ke kosnya di Kecamatan Syiah Kuala. Setiba di indekos, keduanya disebut sempat bercumbu.
DA kembali ke asrama menjelang magrib dan keduanya berjanji malam akan bertemu kembali.
Sekitar pukul 21.00 WIB, DA kembali ke kos AI untuk mengerjakan tugas kuliah.
Setelah selesai, keduanya tidur di kamar sambil berpelukan. Dalam dakwaan disebutkan, keduanya juga sempat melakukan hubungan seks sejenis.
Aksi mereka terhenti saat seorang warga YS mendobrak pintu kamar kos tersebut. AI dan DA ketika itu disebut masih dalam kondisi telanjang bulat.[]