Lantik Pengurus Ma’had Aly Babussalam, Ini Pesan Waled Sirajuddin

Pelantikan Pengurus Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah di aula lembaga pendidikan tersebut, di Matangkuli, Aceh Utara, Jumat sore, 28 Maret 2025. (Dok Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah)

PORTALNUSA.com | ACEH UTARA – Pimpinan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah Matangkuli, Waled H. Sirajuddin Hanafi, melantik Pengurus Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah periode 2025-2029 di aula dayah tersebut, Jumat sore, 28 Maret 2025. Kegiatan itu dirangkai dengan buka puasa bersama para dosen dan pengurus Ma’had Aly.

Dalam pelantikan tersebut, beberapa nama dipercaya mengemban amanah baru. Tgk. Dr. H. Teuku Zulkhairi, MA dilantik sebagai Mudir (Direktur) Ma’had Aly Babussalam melanjutkan amanah sebelumnya.

Sementara itu, posisi Wakil Mudir, masing-masing dijabat oleh Tgk. Muhammad Shafwan, M.Pd sebagai Wakil Mudir I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Tgk. Saryulis, S.Ag sebagai Wakil Mudir II Bidang Keuangan, dan Tgk. Ahmad Rabhanuddin Murad, M.Pd sebagai Wakil Mudir III Bagian Kemahasantrian.

Selain itu, Tgk. Taufik Yacob, M.Sos diamanahkan sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dan Tgk. Ahmadi, S.Pd.I sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Turut juga dilantik sejumlah sekretaris dan bidang lainnya dalam struktur kepengurusan Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah periode 2025-2029.

Perjuangan tak kenal pensiun

Dalam sambutannya, Waled Sirajuddin Hanafi menyampaikan pesan yang begitu mendalam kepada para pengurus baru.

Ia menegaskan bahwa perjuangan di jalan Islam tidak mengenal kata pensiun. Bahkan setelah meninggal dunia sekalipun, seseorang akan tetap menghadapi berbagai fase yang harus ia jalani hingga akhirat kelak.

Waled dengan penuh harapan memohon kepada pengurus dan dosen Ma’had Aly Babussalam untuk berjuang keras membesarkan lembaga ini.

Menurut Waled, merupakan jalan terbaik untuk mengabdi kepada Islam melalui pendidikan. Oleh karena itu, Waled menekankan pentingnya fokus dalam menjalankan tugas mengurus Ma’had Aly Babussalam ini.

“Tidak ada jalan lain untuk mengabdi kepada Islam selain jalan pendidikan seperti ini. Maka fokuslah, karena kita sudah berada di lembaga pendidikan,” ujar Waled dengan penuh ketegasan.

Waled menambahkan, sebagai pengurus, seseorang harus memiliki tekad yang kuat agar sistem berjalan dengan baik.

“Harus nekat supaya tidak kacau secara sistem. Kalau pengurus memiliki tekad dan keberanian, insya Allah akan berhasil,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Waled membagikan pengalaman pribadinya yang menyentuh hati para hadirin.

Dengan kondisi kesehatan yang kurang membaik dalam beberapa tahun terakhir, ia mengungkapkan bagaimana dokter-dokter dari Malaysia, Jawa, dan Aceh telah menyarankannya untuk pensiun dari mengurus dayah. Namun, ia tetap teguh dan memilih untuk tetap berkecimpung dalam dunia pendidikan Islam.

“Sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun terakhir saya kurang sehat. Dokter di Malaysia, di Jawa, dan di Aceh menyarankan saya untuk pensiun dari mengurus dayah. Tapi saya tetap berkecimpung di dayah, karena bagi saya tidak ada pensiun dalam perjuangan untuk Islam,” ungkapnya.

Waled lalu menceritakan pengalamannya saat berobat di Jakarta. Ketika seorang dokter bertanya mengapa ia memiliki darah yang kental dan harus menjalani operasi jantung di kemudian hari, padahal ia tidak merokok, tidak minum kopi, dan tidak memiliki riwayat diabetes maupun kolesterol, ia pun memberikan jawaban yang mencerminkan dedikasinya dalam perjuangan.

“Saya jawab bahwa kebiasaan saya adalah jarang tidur, paling hanya tiga jam sehari. Dokter bertanya sejak kapan saya tidur hanya tiga jam? Saya bilang sejak 40 tahun lalu. Kalau kita berjuang, ya memang seperti itu risikonya. Tapi kalau kita santai-santai saja, tidak akan ada kontribusi kita untuk agama Islam,” terang Waled dengan penuh keteguhan.

Di pengujung sambutannya, Waled memberikan pesan kepada para pengurus yang masih muda untuk tetap berfokus dan bertawakal kepada Allah SWT dalam membesarkan Ma’had Aly Babussalam. Meskipun Ma’had Aly ini masih memiliki banyak keterbatasan dibandingkan lembaga lainnya, ia berharap keberkahan selalu menyertai.

“Kalau begitu, saya mohon kepada pengurus semua, kalian masih muda. Fokus dan bertawakal kepada Allah SWT dalam membesarkan Ma’had Aly ini. Walaupun Ma’had Aly kita memiliki banyak kelemahan dan tidak seperti dayah yang lain, tetapi semoga saja Allah memberikan keberkahan kepada kita semua, kepada dayah, dan kepada santri,” pungkas Waled.

Sambutan Mudir

Dr. Tgk. Teuku Zulkhairi, MA seusai dilantik kembali sebagai Mudir Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah periode 2025-2029, dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai pribadi, ia memandang jabatan ini sebagai sarana pengabdian atau khidmah untuk agama dan bangsa.

“Saya melihat diri saya ini hanyalah sebagai pelayan bagi lembaga pendidikan Islam yang kita cintai. Jadi tolong ingatkan saya untuk terus dalam kebaikan. Saya bahkan tidak keberatan jika dimarahi untuk kebaikan Ma’had Aly tercinta ini. Ingatkan saya untuk terus dalam kebaikan karena saya betul-betul melihat diri saya disini hanyalah sebagai pelayan bagi Lembaga Pendidikan yang telah mendidik saya ini dan tempat saya telah melewati satu fase perjuangan hidup yang sangat penting dalam kehidupan saya ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pengurus lainnya untuk menjalankan poin-poin amanah dari Waled untuk membesarkan Ma’had Aly Babussalam.

Memperkuat apa yang disampaikan oleh Waled, Zulkhairi mengatakan bahwa bekerja untuk Ma’had Aly ini adalah bagian dari upaya menolong agama Allah dengan mendidik anak-anak bangsa di jalan Islam.

“Jadi kalau kita bekerja keras untuk Ma’had Aly ini, insya Allah, Allah akan menolong kita dalam kehidupan kita di dunia ini hingga di akhirat kelak,” katanya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Ma’had Aly Babussalam yang mengambil takhassus (konsentrasi) Tafsir dan Ilmu Tafsir.

Dengan kepemimpinan yang baru serta pesan penuh hikmah dari Waled Sirajuddin Hanafi, diharapkan Ma’had Aly Babussalam terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan Islam di Aceh Utara khususnya dan Aceh umumnya sehingga semakin maju serta berkontribusi besar bagi kejayaan agama dan bangsa.[]