Ormas Gerakan Rakyat Jadi Partai, Aceh jangan Mau Lagi Jadi ‘Keset’ Politik!
PORTALNUSA.com | JAKARTA – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat dideklarasikan menjadi Partai Gerakan Rakyat melalui Rakernas I di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026. Partai Gerakan Rakyat mempersiapkan Anies Baswedan sebagai Presiden.
Keputusan krusial ini diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh seluruh perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 38 provinsi se-Indonesia.
Pimpinan Sidang Rakernas, Muhammad Ridwan, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan aspirasi kolektif untuk membawa perubahan yang lebih terorganisir.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat,” ujar Ridwan disambut seruan setuju dari seluruh peserta sidang, sebagaimana dipantau melalui kanal digital resmi organisasi.
Langkah besar ini didasari keyakinan bahwa mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat memerlukan instrumen politik yang berkelanjutan.
Sebagai nakhoda pertama, Rakernas secara aklamasi menunjuk Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026–2031.
Dalam mandatnya, Sahrin ditugaskan untuk segera melakukan akselerasi pembentukan struktur partai di seluruh pelosok Indonesia.
Hal ini mencakup penyempurnaan organisasi yang selaras dengan visi, misi, serta karakter asli Gerakan Rakyat.
“Dengan ini, Saudara Sahrin Hamid resmi disahkan sebagai Ketua Umum untuk menyusun kekuatan politik di seluruh wilayah NKRI,” pungkas Ridwan menutup pleno tersebut.
Aceh jangan Mau Lagi jadi ‘Keset’ Politik
Ketua Dewan Pakar DPW Gerakan Rakyat Aceh, Prof. Dr. T.M. Jamil (Prof TM) menandaskan Aceh bukan “keset” politik!
Narasi paling tajam itu dikatakan Prof TM yang juga Direktur Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh.
Mantan Ketua Program Doktor Pendidikan IPS Pascasarjana USK ini menyerukan agar rakyat—khususnya masyarakat Aceh—keluar dari zona nyaman.
Menurutnya, rakyat Indonesia, terutama di Aceh, selama ini termarginalisasi dan hanya dijadikan komoditas suara oleh politisi berpikiran sempit yang haus kekuasaan sesaat.
“Jangan mau lagi jadi ‘keset’ politik! Partai Gerakan Rakyat adalah rumah bagi mereka yang masih punya nurani negarawan. Kami memanggil mahasiswa sebagai agent of change untuk merebut estafet kepemimpinan bangsa ini. Gabung atau kita akan terus tergilas sejarah!” ujar Prof TM dalam pernyataan tegasnya via telepon.
Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Seruan perlawanan juga diperkuat oleh JM. Saiful, SE, MM, Korwil Aceh dan Sumatera yang saat ini tengah menempuh Pendidikan Doktor Ilmu Sosial di USK Banda Aceh.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki kedalaman ilmu dan ketegasan sikap.
“Indonesia sedang dalam kondisi gawat. Kita butuh orang hebat yang didukung rakyat untuk memimpin negeri ini. Anies adalah sosok yang tepat. Dengan basis ilmu yang kuat, saya haqqul yakin Indonesia masa depan akan kembali kuat dan hebat,” ungkap JM. Saiful.
Dukungan serupa diledakkan oleh Drs. Mustafa Ibrahim, MM, Ketua DPW Gerakan Rakyat Aceh, yang menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat Aceh siap memberikan dukungan penuh dan serius untuk memenangkan visi besar PGR.
Seruan Terbuka untuk Kaum Muda
Partai Gerakan Rakyat (PGR) hadir bukan sekadar untuk mengejar kursi, melainkan menjadi laboratorium kepemimpinan bagi pemuda, mahasiswa, dan kaum intelektual yang selama ini muak dengan praktik politik transaksional. PGR mengajak seluruh elemen bangsa untuk berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi aktor perubahan. (harian9.com/kbanews.com)




