Potensi Besar Minyak Nilam Aceh Jaya Berpeluang Jadi Ekowisata Unggulan

Yusri, petani nilam di Gampong Alue Abed, Kecamatan Panga, Aceh Jaya bersama rekannya seorang buruh sedang mengisi karung goni daun nilam kering. (Foto: Portalnusa.com/Sams)

PORTALNUSA.com | CALANG – Kabupaten Aceh Jaya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra penghasil minyak nilam unggulan di Aceh.

Selain bernilai ekonomi tinggi, komoditas ini dinilai berpeluang dikembangkan menjadi ekowisata berbasis pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Nilam Aceh dikenal memiliki kualitas terbaik dan menjadi bahan baku penting bagi industri parfum, kosmetik, hingga farmasi dunia.

Di Aceh Jaya, tanaman nilam dibudidayakan oleh petani di sejumlah kecamatan, salah satunya Kecamatan Panga, dan telah lama menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Salah seorang petani nilam di Kecamatan Panga, Yusri, mengatakan komoditas nilam memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan serta didukung kebijakan dan fasilitas yang memadai.

“Nilam ini sangat membantu ekonomi petani. Sekali panen dan disuling, hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Jika ke depan dikembangkan sebagai wisata edukasi, tentu nilai jualnya akan jauh lebih tinggi,” ujar Yusri kepada Portalnusa.com, Minggu 25 Januari 2025.

Menurut Yusri, hingga kini petani nilam masih dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti keterbatasan alat penyulingan serta fluktuasi harga minyak nilam di tingkat agen. Kondisi tersebut kerap tidak sebanding dengan masa tanam yang mencapai delapan bulan.

“Saat ini harga masih berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per kilogram. Dengan masa panen yang cukup lama, harga ini belum sepenuhnya berpihak kepada petani,” ungkapnya.

Meski demikian, minat masyarakat untuk menanam nilam tetap tinggi. Tanaman ini dinilai relatif mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan perawatan rumit, serta mampu tumbuh baik di lahan-lahan pedesaan Aceh Jaya.

Pengembangan minyak nilam berbasis ekowisata dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam pedesaan, tetapi juga diajak menyaksikan langsung proses penanaman, pemanenan, hingga penyulingan minyak nilam, sekaligus membeli produk turunan sebagai cendera mata khas daerah.

Para petani berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, penyediaan alat penyulingan modern, serta promosi minyak nilam Aceh Jaya agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, minyak nilam tidak hanya menjadi komoditas unggulan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi menjelma sebagai ikon ekowisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di Kabupaten Aceh Jaya.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved