Pemkab Pidie Jaya Pastikan Kebutuhan Huntara Korban Banjir Bandang Capai 1.275 KK
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak banjir bandang mencapai 1.275 kepala keluarga (KK).
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil pendataan dan validasi terbaru terhadap warga terdampak bencana.
“Secara keseluruhan, hasil pendataan atau validasi kebutuhan Huntara bagi korban banjir bandang sebanyak 1.275 KK,” ujar Sibral Malasyi kepada Portalnusa.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Dari jumlah tersebut, lanjut Sibral, sebanyak 951 KK telah menempati Huntara yang dibangun sejak sekitar satu bulan terakhir. Sementara itu, 324 unit Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan terus dikebut pembangunannya.
Pemkab Pijay menargetkan seluruh unit Huntara rampung dan dapat dihuni sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sehingga seluruh korban banjir bandang dapat menempati hunian yang layak.
Menurut Sibral, Huntara tersebut dibangun dan tersebar di sejumlah titik, antara lain di kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Pidie Jaya dalam area Gampong Cot Trieng, yakni di samping Gedung MTQ, Gedung Perpustakaan, serta di samping Gedung BNNK.
Selain itu, Huntara juga dibangun di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, serta di atas tanah milik pribadi korban yang telah dilegalkan melalui surat resmi.
“Percepatan pembangunan Huntara ini dilakukan agar korban terdampak bencana tidak lagi menempati tenda pengungsian, sehingga mereka bisa tinggal di tempat yang layak huni,” jelasnya.
Sibral menambahkan, seluruh proses pembangunan Huntara dilakukan melalui mekanisme yang sesuai aturan dan mengedepankan prinsip transparansi.
“Dengan terpenuhinya kebutuhan Huntara ini, diharapkan proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak juga dapat segera berjalan,” pungkasnya.[]




