Bermodal Rp200.000/KK, Warga Meunasah Pupu Beli Sapi untuk Meugang Bersama
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Warga Desa Meunasah Pupu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya punya cara tersendiri untuk merayakan meugang menjelang masuk bulan suci Ramadhan tahun ini.
Bagi masyarakat Aceh—termasuk masyarakat Pidie Jaya—tradisi meugang begitu sakral. Berbagai upaya dilakukan oleh kepala keluarga agar bisa mendapatkan daging untuk dikonsumsi bersama menjelang memasuki bulan suci.
Tradisi meugang itu sendiri berlangsung sejak H-2 Ramadhan hingga H-1. Dalam masa dua hari itulah masyarakat Aceh berjibaku untuk bisa membeli daging. Bisa dikatakan, daging adalah harga diri bagi kepala keluarga. Daging nyaris menjadi sesuatu yang wajib hukumnya pada hari meugang.
Warga Gampong MeunasahPupu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, punya cara tersendiri demi membahagiakan keluarganya untuk bisa membelikan daging.
Warga Meunasah Pupu sejak jauh-jauh hari mengumpulkan uang Rp200.000/KK untuk modal membeli sapi meugang. Artinya, mereka memperkuat kelompok untuk kepentingan meugang bersama.
Farhan Hamidi selaku koordinator yang mengumpulkan uang untuk pembelian sapi meugang mengatakan, keputusan untuk meuripee (berpatungan) disepakati sejak sebulan menjelang meugang puasa.
Menurut Farhan, hingga 17 Februari 2026 sebanyak 55 KK berhasil menyetorkan uang Rp11 juta dan membeli seekor sapi seharga Rp10.600.000.
“Sapi itulah yang kami sembelih dan dagingnya (tumpok) dibagikan kepada 55 KK untuk konsumsi pada hari meugang. Meugang bukan hanya tradisi tetapi sekaligus membangun semangat kebersamaan,” ujar Farhan.
Abu Rot, salah seorang warga penerima daging tumpok mengaku sangat senang dan memgapresiasi inisiasi awal sehingga warga bisa mendapatkan daging meugang lengkap sudah ada daging, tulang dan lainnya.
Secara tidak langsung warga tidak lagi terbebani dalam membeli daging ke pasar.
“Kami berharap cara seperti ini bisa dipertahankan di Gampong Meunasah Pupu,” kata Abu Rot.[]





