Bunda Salma, Legislator Perempuan Aceh yang Bekerja Senyap
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Sosok Bunda Salma kian mencuri perhatian publik Aceh sebagai legislator perempuan yang tidak hanya memiliki pengaruh politik kuat, tetapi juga dedikasi tinggi terhadap kepentingan masyarakat.
Di tengah dinamika politik daerah, kehadirannya dinilai sebagai ‘magnet perekat’ yang mampu menjembatani aspirasi rakyat dengan kebijakan pembangunan.
Berbagai langkah dan rekam jejaknya mencerminkan kepemimpinan yang penuh makna dan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
Bagi kalangan masyarakat dan pengamat politik lokal, sorotan terhadap Bunda Salma bukan karena minim prestasi, melainkan justru karena konsistensi kerja dan keteguhan sikapnya dalam memperjuangkan kepentingan publik.
Ia dikenal aktif mendorong berbagai terobosan sosial, terutama dalam membantu anak-anak sekolah pascabencana melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, dukungan terhadap siswa berprestasi melalui bantuan kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu program yang diapresiasi luas.
Meski dikenal sebagai istri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Bunda Salma dinilai berdiri di atas kemandirian politiknya sendiri.
Ia tidak bertumpu pada nama besar keluarga, tetapi membangun reputasi melalui kerja nyata di lapangan. Kehadirannya di tengah masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana, menunjukkan kepedulian yang melampaui simbol jabatan. Ia kerap turun langsung menyusuri wilayah lumpur dan hujan demi memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.
Di Komisi III DPRA, Bunda Salma dikenal vokal sekaligus konstruktif dalam menyuarakan gagasan kebijakan.
Salah satu perhatiannya adalah peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan pajak kendaraan. Ia bahkan turun langsung ke Samsat untuk mengampanyekan kesadaran pajak dan mendorong optimalisasi pendapatan Aceh.
Selain itu, ia tegas mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh agar tertib pajak dan menggunakan pelat BL sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap daerah.
Komitmennya juga terlihat dalam pengawasan perusahaan daerah dan kegiatan kunjungan kerja legislatif. Bunda Salma aktif memastikan bahwa potensi ekonomi Aceh benar-benar memberi manfaat bagi kas daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, kepeduliannya terhadap mahasiswa, pemuda, dan komunitas sosial menjadikannya figur yang kerap menjadi rujukan solusi, baik dalam bantuan kegiatan, advokasi, maupun dukungan kemanusiaan.
Sebagai Sekretaris PMI Aceh, peran Bunda Salma semakin terasa dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Ia juga tak kenal lelah menjangkau wilayah tengah, timur, selatan, hingga utara Aceh, sering kali tanpa sorotan publik.
Keteguhan langkahnya di tengah medan berat menunjukkan spirit perempuan pejuang yang bekerja senyap namun berdampak luas.
Bagi banyak kalangan, Bunda Salma adalah representasi legislator perempuan Aceh yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga hangat dalam kemanusiaan—sebuah magnet harapan bagi masyarakat.[]





