Sepiring Takjil, Seribu Cerita, Hangatnya Silaturahmi Warga Singkil di Banda Aceh

Suasana buka puasa bersama Himpunan Masyarakat Wilayah Singkil (HMWS), di kawasan Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto Andika Ichsan/Portalnusa.com)

Laporan: Andika Ichsan

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH — Menjelang azan Magrib, suasana Aula Wedana Lam Ara perlahan berubah hangat. Senyum, sapa, dan pelukan kecil mewarnai pertemuan warga Aceh Singkil yang datang dari berbagai sudut Banda Aceh, Aceh Besar, hingga Sabang.

Di tanah rantau, mereka seperti menemukan kembali kampung halaman. Sekitar 150 orang berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang digelar Himpunan Masyarakat Wilayah Singkil (HMWS), Kamis, 26 Februari 2026.

Tidak hanya mahasiswa yang baru merasakan hidup jauh dari keluarga, tetapi juga pengusaha, tokoh masyarakat, hingga para sesepuh organisasi. Beberapa terlihat saling bertanya kabar keluarga di Singkil, ada pula yang sekadar berbagi cerita perjuangan hidup di perantauan.

Bagi sebagian mahasiswa, ini adalah momen langka merasakan buka puasa layaknya di rumah sendiri.

Suasana semakin hening saat Prof. Dr. Damanhuri Basyir, M.Ag menyampaikan tausiah Ramadhan. Putra asli Singkil itu mengingatkan pentingnya menjaga iman, persaudaraan, dan kesantunan.

Ia menuturkan, perhatian kecil kepada sesama sering kali lebih berarti daripada bantuan besar yang jarang datang.

“Menggembirakan saudara kita adalah bagian dari iman,” pesannya.

Sementara Pj. Ketua HMWS, M. Nur Hasan, menyebut warga Singkil di perantauan ibarat satu keluarga besar. Ia mengajak semua saling merasakan kesulitan dan kebahagiaan bersama.

Di antara hidangan sederhana yang tersaji, percakapan tak berhenti. Ada yang membahas pekerjaan, kuliah, hingga rencana pulang kampung.

Sebagian lainnya saling menawarkan bantuan bagi anggota yang sedang mengalami kesulitan.

Di kesempatan  yang sama, Sekretaris Jenderal HMWS, Saifuddin A. Malik, menilai kebersamaan seperti ini menjadi pengikat kuat di tanah rantau. Ia berharap pertemuan tahunan tersebut menjaga rasa memiliki antarwarga Singkil.

Usai berbuka, mereka melaksanakan shalat Magrib, Isya dan tarawih.

Malam belum berakhir ketika sebagian peserta tetap bertahan, duduk melingkar membahas rencana kegiatan organisasi.

Di aula sederhana itu, bukan hanya perut yang terisi. Ada rindu yang tertunaikan, persaudaraan yang diperbarui, dan keyakinan bahwa di tanah jauh pun, mereka tidak sendirian.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved