Tiga Korban Banjir Pidie Jaya Pilih Bertahan di Huntara karena Trauma Banjir Susulan
PORTALNUSA.com I PIDIE JAYA – Tiga pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya memilih bertahan di Hunian Sementara yang berada di kompleks Kantor Bupati, Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.
Ketiga pengungsi tersebut adalah Radhiah (64), Khatijah (50), dan Aisyah (47), warga Gampong Pantee Geulima, Kecamatan Meureudu. Pada Rabu, 12 Maret 2026 siang, mereka terlihat berteduh di lorong barisan Huntara untuk menikmati udara segar di tengah teriknya matahari yang mencapai suhu sekitar 32 derajat Celsius.
“Kami sejak hari meugang pertama puasa sudah menempati Huntara ini,” kata Radhiah saat berbincang.
Menurut Radhiah, selama tinggal di Huntara, kebutuhan pokok seperti sembako dan air bersih tercukupi. Meski demikian, mereka masih enggan kembali ke rumah di Gampong Pantee Geulima.
Hal itu disebabkan rumah mereka masih dipenuhi lumpur setinggi 1,2 hingga 2 meter akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Hingga kini, lumpur tersebut belum sepenuhnya dapat dibersihkan.
Selain itu, lokasi rumah mereka yang berada di dekat aliran Krueng Meureudu juga membuat warga masih diliputi rasa trauma.
“Kami khawatir terjadi banjir susulan saat hujan deras. Sungai Krueng Meureudu sekarang juga sudah dangkal dan sering meluap,” ujar Khatijah dan Aisyah menambahkan.
Khatijah menyebutkan sebagian warga lebih memilih tinggal di Huntara yang disediakan pemerintah sambil menunggu kondisi benar-benar aman. Namun hingga kini belum ada kepastian sampai kapan mereka akan menetap di tempat tersebut.
Meski demikian, para pengungsi mengaku tidak ingin menjadi beban pemerintah dalam jangka panjang dan berharap dapat segera kembali hidup mandiri.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu membangun kembali rumah yang rusak, agar kami bisa kembali berteduh bersama keluarga seperti sediakala,” harap Radhiah.[]





