Geger di Medsos: Presiden Prabowo Bohong soal Korban Bencana Aceh Tamiang Sudah Keluar dari Tenda
PORTALNUSA.com | ACEH TAMIANG – Sebuah video dari akun Tiktok Azanul Shauty membuat geger jagat maya karena perlawanannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut 100 persen korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang sudah keluar dari tenda.
Seperti diberitakan banyak media, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh telah berjalan sesuai rencana dan kini hampir mencapai 100 persen. Masyarakat terdampak pun sudan tidak lagi menempati tenda pengungsian.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai melaksanakan shalat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu 21 Maret 2026.
“Pesannya pemulihan sangat cepat. Alhamdulillah hampir 100% ya. Di tenda sudah enggak ada lagi. 100% semua sudah keluar dari tenda, masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap,” ujar Prabowo.
Presiden juga menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur di wilayah terdampak berangsur membaik, termasuk aliran listrik yang hampir sepenuhnya kembali normal.
Alhamdulillah ya situasinya makin baik. Listrik hampir semuanya sudah jalan. Hampir 100%. Hanya lima desa dari seluruh Aceh. Hanya lima desa yang memang sulit,” ujarnya.
Langsung dibantah
Hanya beberapa jam setelah tersiarnya ‘kabar baik’ dari Pak Presiden, muncul bantahan yang sangat menggegerkan dari seorang perempuan melalui akun Tiktok Azanul Shauty.
Video yang berisi bantahan tersebut diyakini sudah viral bahkan media ini mendapat kiriman dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik.
Berikut kutipan bantahan dalam video berdurasi 1 menit 35 detik yang disuarakan dengan nada penuh kesedihan:
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hari ini, Minggu, 22 Maret 2026 saya menanggapi statemen Pak Presiden Prabowo yang menyebut korban banjir di Aceh Tamiang tak lagi tinggal di tenda. Bapak lihat ini Pak, kami masih tinggal di tenda. Hunian sementara belum ada di Desa Sekumur, hanya lima persen itu pun belum kami tempati. Itu pun belum ada atap sama sekali, belum ada kami tempati sama sekali. Bapak jangan terlalu percaya sama jajaran Bapak yang menyebut baik-baik saja dan hunian sementara sudah semuanya, Bapak terlalu percaya. Dengarkan keluhan kami, masyarakat yang rendah seperti kami ini. Bapak lihat sendiri Pak, Bapak lihat bagaimana menderitanya kami selama ini. Kedinginan kepanasan kami Pak.
Bapak jangan percaya saja kepada jajaran Bapak. Itu semua penipu Pak, saya kecewa sama Bapak yang menyebut 100 persen korban bencana di Aceh Tamiang sudah menggunakan huntara. Itu semua bohong Pak, bohong…[]






