Golkar Langsa Didesak Keluar dari Koalisi Pemerintah, Ini Tanggapan Partai

PORTALNUSA.com I LANGSA – Partai Golkar yang menjadi motor penggerak di Fraksi Langsa Juara DPRK Langsa didesak segera keluar dari koalisi pendukung Pemerintah Kota Langsa yang dipimpin Wali Kota Jeffry Sentana.

Desakan tersebut muncul dari kalangan masyarakat yang menilai langkah itu penting guna memaksimalkan fungsi pengawasan legislatif terhadap kinerja eksekutif.

Ketua DPD LSM Perintis Aceh, Zulfadli, Selasa, 24 Maret 2026 menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, diperlukan kontrol yang kuat dari lembaga legislatif.

Menurutnya, kondisi saat ini dinilai rawan konflik kepentingan karena Wali Kota Langsa dan Ketua DPRK memiliki hubungan keluarga.

“Kita mengetahui Wali Kota Langsa dan Ketua DPRK saat ini adalah saudara sedarah, sehingga berpotensi menimbulkan kolusi serta manipulasi dalam perencanaan dan realisasi anggaran daerah. Jika Golkar di Fraksi Langsa Juara keluar dari koalisi pemerintah, maka akan tercipta kontrol yang lebih baik dalam pemerintahan,” ujar Zulfadli.

Ia juga meminta pimpinan Partai Golkar di Langsa untuk mengkaji ulang posisi anggota dewan mereka di Fraksi Langsa Juara, apakah tetap bertahan dalam koalisi pemerintah atau beralih demi kepentingan masyarakat.

Tetap fungsi pengawasan

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Langsa, H. Ilham Pangestu, menegaskan bahwa Golkar saat ini masih menjadi bagian dari koalisi dan tetap mendukung Pemerintah Kota Langsa.

Meski demikian, ia memastikan Golkar tetap akan menjalankan fungsi pengawasan dengan memberikan kritik dan masukan terhadap program pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

“Jika ada partai lain yang mengkritik kinerja Wali Kota, kami persilakan selama disampaikan berdasarkan data dan fakta di lapangan,” kata Ilham.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved