Kecelakaan Wartawan Serambi di Nagan Raya, Ada ‘Misteri’ pada Reborn yang Membuntuti
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kecelakaan tragis dialami Misran Asri, Wartawan Serambi Indonesia yang mengendarai minibus pribadi bersama istri dan seorang putranya dalam perjalanan kembali dari Aceh Selatan ke Banda Aceh pada Selasa malam, 24 Maret 2026.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di turunan Alue Bata, kawasan Gunung Trans, berjarak sekitar 10 kilometer lagi ke Sukamakmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya.
Misran bukan kecelakaan tunggal tetapi melibatkan satu minibus lain jenis Innova Reborn hitam yang melaju searah membuntuti mobil Misran sejak beberapa kilometer sebelum TKP.
Menurut Misran, ada gelagat yang agak aneh pada mobil Reborn yang membuntuti. Namun Misran mengaku tak mau berspekulasi. Apalagi sejak tiga tahun terakhir dia sudah tidak terlalu aktif lagi sebagai wartawan lapangan.
Yang agak aneh, ungkap Misran, sejauh beberapa kilometer pada jalanan berkelok dan naik turun mobil tersebut menghidupkan klakson berulang-ulang seperti minta jalan untuk mendahului.
Ketika memasuki jalanan yang memungkinkan untuk mendahului, Misran memberikan isyarat lampu send kiri, nyatanya Reborn tidak memanfaatkan itu. Bahkan terus mengulang suara klakson.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Misran mempercepat laju mobilnya. Reborn pun seperti mengejar.
“Memasuki turunan Alue Bata, di situlah Reborn menggunting mobil saya. Sehingga saya hilang kendali dan membanting stir ke kanan menabrak beton pembatas jalan dan pohon. Saya bersama istri dan anak mengalami benturan kuat bersamaan dengan ringseknya mobil,” ungkap Misran.
Pasca-insiden itu, Misran bersama anak istrinya dievakuasi ke RSUD Nagan Raya termasuk oleh rombongan kakaknya yang berada di mobil lain dan terpisah beberapa ratus meter di belakang Misran.
Dirujuk ke RS Kesdam
Selama penanganan awal di RSUD Nagan Raya, Misran bersama anak istrinya didampingi kawan-kawan sekantornya dari Meulaboh dan Nagan Raya termasuk komunikasi dengan Pemred Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur.
Update informasi dengan tim pendamping di Nagan Raya terus dibangun oleh Ketua PWI Aceh melalui grup WhatsApp setelah info awal diterima oleh Imran Joni.
“Pukul 03.00 WIB Bang Misran bersama anak istri beliau dirujuk ke RS Kesdam Banda Aceh,” lapor Ketua PWI Nagan Raya, Zulfikar didampingi Ketua PWI Aceh Barat, Sa’dul Bahri.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu, 25 Maret 2026 ketiga korban tiba di RS Kesdam dan langsung mendapat penanganan medis.
“Dugaan sementara anak saya patah tulang rusuk. Saya dan istri sakit di bagian dada akibat benturan keras ketika mobil menghantam tembok dan pohon,” ujar Misran dengan suara menahan sakit.[]






