Harga Emping Melinjo, Oleh-oleh Khas Pidie Semakin “Gurih”

Warga asal Pidie yang pulang mudik Lebaran dari perantauan berbelanja oleh-oleh khas emping melinjo di pusat pasar Kota Beureunueun, Kecamatan Mutiara, Pidie. Foto direkam Selasa, 31 Maret 2026. (Foto Idris Ismail/Portalnusa.com)

Laporan Idris Ismail, Pidie

DALAM rentang hari-hari Idul Fitri 1447 H, permintaan emping melinjo yang merupakan produk khas Pidie relatif tinggi hingga memicu lonjakan harga.

Jika dalam kondisi normal—ketika permintaan stabil—harga jual emping melinjo kualitas super Rp 90.000 dan kualitas premium 80.000/kg. Namun, sejak sepekan menjelang Lebaran hingga dua pekan pasca-Lebaran harga per kilogramnya menjadi Rp90.000 untuk kualitas premium dan Rp110.000 untuk kualitas super.

Seorang pedagang grosir emping melinjo di pusat pasar Kota Beureunueun, Kecamatan Mutiara, Pidie, Irfan Dahlan, SH, MM kepada Portalnusa.com, Selasa, 31 Maret 2026 membenarkan permintaan emping melinjo melonjak sejak sepekan menjelang Lebaran hingga memasuki dua pekan pasca-Lebaran Idul Fitri 1447 H.

“Tingginya minat atau preferensi terhadap suatu produk meningkatkan permintaan, memicu kenaikan harga. Itu pula yang terjadi pada produk khas Pidie emping melinjo,” kata Irfan.

Menurut Irfan, dalam kondisi pasar bergairah, permintaan emping melinjo oleh konsumen lokal setiap pekannya mencapai 1 hingga 1,5  ton dari biasanya 500 kg.

Sementara permintaan dari konsumen luar daerah dan luar negeri setiap pekan 500 kg sampai 900 kg dari biasanya 300 sampai 400 kg.

Transaksi emping melinjo juga relatif tinggi oleh warga Aceh yang pulang mudik Lebaran. Selain menjadi oleh-oleh khas dari kampung halaman ketika balik ke perantauan juga sebagai salah satu produk makanan yang mampu menggoyang lidah anggota keluarga.

Bagi warga Aceh yang berada di luar daerah, bahkan di luar negeri tak sedikit juga yang melakukan pemesanan melalui jasa pengiriman (kargo) yang jumlahnya juga tergolong signifikan.

“Hingga dua pekan pasca-Lebaran  pengiriman emping melinjo ke berbagai daerah, termasuk luar negeri terutama Malaysia mencapai 1 hingga 1,5 ton,” ungkap Irfan.

Irfan berharap dengan tingginya minat terhadap produk lokal emping melinjo peluang pengembangan usaha masyarakat semakin terbuka lebar, termasuk untuk menjangkau pasar nasional hingga peluang ekspor. Semoga.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved