PMI Aceh Percepat Pemulihan Pascabanjir di Pidie Jaya dengan Program Pembersihan Permukiman

Salah satu lokasi di Pidie Jaya yang menjadi fokus PMI Aceh untuk pembersihan lumpur bencana banjir. (Dok PMI Aceh)

PORTALNUSA.com I PIDIE JAYA  Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh terus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya.

Salah satu fokus saat ini adalah pembersihan kawasan permukiman dari endapan lumpur tebal di Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu.

Untuk mendukung upaya tersebut, PMI Aceh mengerahkan sembilan unit ekskavator dan 20 unit dump truck guna mengangkut lumpur yang mencapai ketinggian antara 1,5 hingga 3 meter.

Program pembersihan ini secara resmi dimulai 15 Februari 2026 dan telah berlangsung selama 28 hari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua PMI Aceh didampingi Ketua Penanggulangan Bencana (PB) PMI Aceh Musni Haffas dihadiri oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi.

Menurut Musni Haffas, Gampong Beurawang merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang pada 2025. Endapan lumpur yang tebal menyebabkan rumah warga tidak dapat dihuni selama kurang lebih empat bulan.

“Kondisi ini membutuhkan perhatian serius agar masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing,” ujar pria yang akrab dipanggil Alex tersebut.

Selain menyalurkan bantuan logistik seperti sembako dan bantuan tunai, PMI juga fokus pada pemulihan jangka menengah, termasuk pembersihan kawasan permukiman.

Wilayah lain yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Meurah Dua. Di beberapa lokasi, endapan lumpur bahkan mencapai ketinggian hingga 4 meter di dalam rumah.

PMI menyebutkan bahwa pembersihan akan terus berlanjut dan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan, meskipun program utama telah berakhir pada 31 Maret 2026. Setiap hari, delapan ekskavator dan 20 dump truck tetap dikerahkan secara berkelanjutan.

Sejumlah warga kini mulai kembali ke rumah masing-masing dan dapat menjalankan ibadah puasa serta merayakan Idulfitri di tempat tinggal mereka.

Selain pembersihan lumpur, PMI juga telah menjalankan berbagai program bantuan masa tanggap darurat, seperti distribusi sembako, penyediaan air bersih menggunakan mobil tangki, serta penyaluran bantuan tunai kepada korban terdampak.

“PMI akan terus hadir dan bekerja untuk masyarakat tanpa batas waktu, terutama saat masyarakat membutuhkan,” tegas Alex.

Sementara itu, Keuchik Beurawang, Yusra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, serta PMI Aceh atas program pembersihan tersebut.

Menurutnya, program ini sangat membantu sekitar 260 kepala keluarga (KK) di Desa Beurawang. Ia berharap bantuan pembersihan dapat terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih dan seluruh warga dapat kembali ke rumah masing-masing.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved