Ketua DPW PKB Aceh Serukan Perlindungan Hutan untuk Cegah Banjir dan Longsor
PORTALNUSA.com I PIDIE – Di tengah pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pidie yang berlangsung di Hotel Safira Blang Paseh, Kota Sigli, Senin, 13 April 2026. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Aceh, H. Ruslan Daud (HRD), menyerukan pentingnya langkah strategis dalam menjaga kelestarian hutan guna mencegah bencana banjir dan tanah longsor.
Dalam keterangannya, HRD mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada November 2025 lalu telah menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur serta harta benda masyarakat di 18 kabupaten.
Menurutnya, bencana tersebut tidak terlepas dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti penebangan hutan secara liar yang menyebabkan hutan menjadi gundul. Selain itu, alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan ilegal juga turut memperparah kondisi lingkungan.
“Keuntungan dari alih fungsi lahan ini hanya dinikmati oleh segelintir orang, sementara dampak buruknya dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum agar tidak terus membiarkan kerusakan hutan di Aceh.
Lebih lanjut, HRD menyebutkan bahwa kawasan hutan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, serta wilayah lainnya perlu mendapatkan perlindungan maksimal dari alih fungsi lahan.
Menurutnya, hutan memiliki peran penting sebagai penyerap air alami yang mampu mengurangi risiko banjir. Oleh karena itu, kawasan hutan lindung harus dijaga melalui upaya pencegahan pembukaan lahan baru, rehabilitasi hutan, serta peningkatan pengawasan.
“Dengan langkah tersebut, kita dapat meminimalkan risiko banjir bandang akibat curah hujan tinggi,” pungkasnya.[]




