Kak Na Kampanyekan Gemar Makan Ikan di Sabang, Dorong Tumbuh Kembang dan Kecerdasan Anak

Bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir atau Kak Na membagikan paket alat tulis dan makanan olahan ikan kepada siswa di Gampong Aneuk Laot, Kota Sabang, Senin, 1 Mei 2026. ( Foto: Humas Pemerintah Aceh untuk portalnusa.com )

PORTALNUSA.com | SABANG – Bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir mengajak para orang tua membiasakan anak mekonsumsi ikan guna mendukung pertumbuhan otak, meningkatkan daya ingat, serta menjaga kesehatan tubuh sejak dini.

Ajakan itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Kak Na usai membagikan paket alat tulis dan makanan olahan serba ikan kepada siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20, dan SD Negeri 22 di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Kak Na, kandungan protein dan omega-3 pada ikan memiliki peran penting dalam pembentukan jaringan saraf, meningkatkan konsentrasi, fungsi kognitif, hingga memperkuat imunitas anak.

“Rutin mengonsumsi ikan sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak,” ujar Marlina.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh itu menegaskan, masyarakat tidak harus membeli ikan impor dengan harga mahal untuk mendapatkan nutrisi terbaik.

Ia menyebut ikan lokal seperti kembung, tuna, sarden, bandeng, hingga lele juga memiliki kandungan gizi tinggi yang baik bagi anak-anak.

“Aceh, khususnya Sabang, memiliki potensi hasil laut yang melimpah. Ini harus dimanfaatkan untuk mendukung lahirnya generasi sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Na juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui kuis ringan dan hafalan surat pendek Al-Qur’an. Suasana berlangsung hangat dan penuh keceriaan.

Ia mengaku bangga melihat kemampuan hafalan para siswa TK dan SD di Sabang yang dinilai cukup baik.

“Anak-anak Sabang hebat-hebat, hafalan surat pendeknya bagus,” ucapnya menyemangati para siswa.

Melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Marlina berharap anak-anak Aceh tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan mampu bersaing secara global menuju Indonesia Emas 2045.[]