Safrizal: Profesor Bukan Puncak Jabatan, Tapi Amanah Moral dan Intelektual
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Universitas Universitas Syiah Kuala mengukuhkan enam profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Selasa, 12 Mei 2026.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat penting tentang besarnya tanggung jawab moral dan intelektual seorang akademisi.
Ketua Majelis Wali Amanat USK, Safrizal ZA, menegaskan bahwa jabatan profesor bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah besar untuk memberi arah dan pencerahan bagi masyarakat.
“Profesor bukan titik akhir perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar,” ujar Safrizal dalam sambutannya.
Ia mengutip pandangan William Arthur Ward bahwa pendidikan bukan hanya soal mentransfer ilmu, melainkan menginspirasi perubahan dan membangun pemahaman.
Menurut Safrizal, ilmu pengetahuan harus memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, bukan hanya menjadi simbol prestise akademik.
“Ilmu tidak boleh berhenti sebagai monumen karier. Ia harus hadir sebagai cahaya yang menghidupkan, memberi solusi, dan mencerahkan masyarakat,” katanya.
Safrizal juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah tantangan zaman yang semakin pragmatis. Ia menilai profesor memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dan penjaga nilai-nilai keilmuan.
“Ketika kampus kehilangan integritasnya, maka runtuh pula kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Profesor harus menjadi penjernih di tengah kegaduhan dan penuntun saat masyarakat kehilangan arah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Safrizal turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga para profesor yang dinilainya memiliki peran besar dalam perjalanan panjang dunia akademik.
“Profesor tidak pernah lahir sendirian. Di balik setiap ilmuwan, ada keluarga yang ikut berjuang dalam diam,” ujarnya.
Adapun enam profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Zumaidar di bidang Biologi Tumbuhan, Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana bidang Kimia Anorganik, Prof. Dr. Vivi Silvia bidang Ekonomi Mikro, Prof. Dr. Rizwan bidang Teknik Galangan Kapal, Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria bidang Radiologi Intervensi, serta Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi bidang Matematika Komputasi.
Sidang pengukuhan turut dihadiri Rektor USK Mirza Tabrani, jajaran Forkopimda Aceh, para guru besar, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan insan media. []




