TRAVEX Aceh Sumut 2026 Jadi Jembatan Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
PORTALNUSA.com|BANDA ACEH – Pameran dan bursa pariwisata TRAVEX Aceh Sumut 2026 resmi dibuka di Atrium Duzuya Mall, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari hingga 14 Juni tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku industri pariwisata, perhotelan, perjalanan wisata, hingga pelaku UMKM dari Aceh dan Sumatera Utara.
Mengusung tema “Connecting Tourism, Empowering Local Economy” dan slogan “Satu Hati, Satu Tujuan Majukan Pariwisata Indonesia”, TRAVEX diharapkan mampu memperkuat sinergi sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kedua provinsi.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua BPD PHRI Aceh Andrie Leo, Ketua Dekranas Aceh Marlina Muzakir, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan Restu Andi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang diwakili Kabid Pariwisata Ismail, Ketua BPD PHRI Sumatera Utara Melky Maydiroy Waas, serta sejumlah General Manager hotel dan pelaku usaha pariwisata.
Ketua BPD PHRI Sumatera Utara, Melky Maydiroy Waas, mengatakan Aceh dan Sumatera Utara memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata dan kuliner yang dapat saling melengkapi. Menurutnya, kerja sama kedua daerah harus terus diperkuat agar wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara juga tertarik menjelajahi destinasi wisata di Aceh, begitu pula sebaliknya.
“TRAVEX ini menjadi wadah untuk membangun kolaborasi sektor hospitality, ekonomi kreatif, serta mempererat hubungan budaya antara Aceh dan Sumatera Utara,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BPD PHRI Aceh, Andrie Leo, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi industri pariwisata daerah.
“Dukungan seluruh pihak sangat penting agar TRAVEX dapat terus dilaksanakan dan menjadi motor penggerak sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Aceh dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Aceh, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Restu Andi, menilai TRAVEX memiliki peran strategis sebagai ruang promosi sekaligus forum bisnis yang mempertemukan berbagai pelaku usaha pariwisata.
Menurutnya, sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya sektor usaha lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir kemitraan baru, investasi baru, serta peningkatan kunjungan wisatawan yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Aceh dan Sumatera Utara,” jelasnya.
Selain menghadirkan pelaku industri pariwisata, TRAVEX Aceh Sumut 2026 juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM lokal. Kehadiran UMKM dinilai penting untuk memperkuat keterkaitan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga manfaat pertumbuhan industri wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi yang dibangun dalam TRAVEX 2026, Aceh dan Sumatera Utara optimistis mampu memperkuat daya saing destinasi wisata, memperluas jaringan bisnis pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.[]








