Safrizal ZA Dianugerahi Garda Kemanusiaan JMSI Aceh

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, bersama unsur TNI, pemerintah daerah dan masyarakat meninjau langsung infrastruktur yang terdampak bencana di salah satu wilayah Aceh. (Foto: Dok. Satgas PRR Aceh)

PORTALNUSA.com|BANDA ACEH – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus mantan Penjabat Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, menerima penghargaan Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi JMSI Aceh yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Daerah JMSI Aceh periode 2025–2030 di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026 malam.

Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, mengatakan penghargaan itu diberikan setelah melalui proses penilaian dan kurasi terhadap sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir 2025 lalu.

Menurutnya, Safrizal dinilai memiliki peran penting dalam mengoordinasikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah terdampak.

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi semua pihak yang tanpa lelah bekerja untuk masyarakat,” ujar Safrizal.

Safrizal ZA berdialog langsung dengan warga di posko pengungsian untuk mendengar kebutuhan masyarakat serta memastikan bantuan dan program pemulihan berjalan tepat sasaran. (Foto: Dok. Satgas PRR Aceh)

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan kolaboratif atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan dunia usaha.

Safrizal juga mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak dimaknai sebagai bentuk keunggulan personal. Menurutnya, keberhasilan pemulihan pascabencana merupakan hasil sinergi seluruh elemen yang bekerja bersama di lapangan.

“Penanganan bencana adalah kerja kolaboratif. Karena itu penghargaan ini saya maknai sebagai representasi dari kerja bersama, bukan keberhasilan individu,” katanya.

Ia menyebut dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, media massa hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan darurat serta langkah rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif demi memulihkan akses dan aktivitas warga yang terdampak. (Foto: Dok. Satgas PRR untuk portalnusa. com)

Malam apresiasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Korem, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tokoh masyarakat, insan pers, serta kalangan dunia usaha.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut. []