Pemenang Tender Pembangunan Huntap Korban Bencana Aceh Diminta Percepat Pekerjaan
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) meminta kepada pihak yang telah ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan hunian tetap (huntap) korban bencana Aceh untuk segera menyederhanakan prosedur pelaksanaan serta mempercepat seluruh tahapan pembangunannya.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum PBA, Subki Mohammad Bintang mengingat kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat tinggal yang aman dan layak.
Menurutnya, pembangunan huntap ini direncanakan menggunakan teknologi rumah modular tahan gempa RTG Rhodas—sistem yang telah dinyatakan layak secara teknis oleh Kementerian PUPR, diproduksi oleh PT Mara Pratama Indonesia dan didukung pelaksanaannya oleh CV Pulo Perkasa.
“Teknologi ini sejatinya dirancang agar pengerjaan lebih cepat, mutu terjamin, serta biaya lebih efisien dibandingkan cara pembangunan biasa,” kata Subki.
Dia berharap kepada pemenang tender, kami minta agar tidak berbelit-belit dalam urusan administrasi maupun teknis.
“Manfaatkanlah keunggulan teknologi yang ada untuk menyederhanakan pelaksanaan di lapangan, agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau seluruh daerah yang membutuhkan, bukan hanya di satu lokasi saja,” tegas Subki Mohammad Bintang.
PBA juga menekankan bahwa ketersediaan anggaran, kelengkapan dokumen perencanaan, serta dukungan teknis sudah terpenuhi.
Hal ini menjadi landasan kuat agar pelaksana dapat segera bergerak tanpa hambatan yang tidak perlu. Sebanyak ratusan unit hunian dipersiapkan untuk disebarkan di kawasan-kawasan yang paling parah terkena dampak bencana di seluruh Provinsi Aceh.
“Masyarakat telah lama menanti kepastian tempat tinggal. Segala persiapan sudah ada, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda. Kami juga berharap BNPB dan Pemerintah Aceh senantiasa memantau pelaksanaan agar berjalan sesuai janji dan standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Keberhasilan percepatan pembangunan ini diharapkan menjadi contoh penanganan bencana yang baik, tepat sasaran, dan bermanfaat luas bagi pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh pascabencana.[]








