Festival QRIS 2026 Buka Ruang Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas di Aceh
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Festival QRIS 2026 Pasar Atjeh tidak hanya menjadi ajang transaksi digital dan promosi UMKM. Kegiatan yang berlangsung 11β17 Agustus 2026 di Gedung Pasar Atjeh Baru, Banda Aceh, juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk memasarkan produk, memperkenalkan keterampilan, serta membuka akses terhadap peluang ekonomi dan pekerjaan.
Dalam rangkaian kegiatan pada Minggu, 16 Agustus 2026, Forum Komunitas Masyarakat BKA YWU (FKM BKA YWU) bersama komunitas disabilitas dan Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadirkan stan yang memasarkan 21 jenis produk karya penyandang disabilitas.
Produk tersebut antara lain lukisan, kotak tisu, bantal, telur asin, peyek, aksesori resin, totebag, pakaian Aceh, sajadah hingga berbagai produk kerajinan dan kebutuhan rumah tangga.
Program Manager FKM BKA YWU T. Putri Melza Chamela mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas dalam festival tersebut dirancang agar mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tampil sebagai pelaku ekonomi.
βRuang ekonomi harus menjadi ruang yang dapat diakses semua orang. Ketika teman-teman disabilitas diberi kesempatan memasarkan produknya, bertemu pembeli dan menjelaskan hasil karyanya sendiri, di situlah inklusi ekonomi mulai terjadi secara nyata,β kata Putri.
Selain stan UMKM, FKM BKA YWU membuka ruang karier dan menggelar talkshow mengenai pengalaman serta tantangan perempuan penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Pada rangkaian kegiatan lainnya, sebanyak 14 anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan tampil dalam fashion show. Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya membangun kepercayaan diri anak-anak di ruang publik.
Menurut Putri, keterlibatan dalam festival merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan partisipasi penyandang disabilitas di Aceh.
Ia mendorong agar akses terhadap pekerjaan, pasar, pelatihan, teknologi digital dan ruang pengambilan keputusan tidak berhenti setelah festival berakhir.
βBagi kami, inklusi bukan hanya tentang memberi ruang untuk hadir. Inklusi berarti memastikan seseorang punya kesempatan menggunakan ruang itu, menunjukkan kemampuannya, mendapatkan manfaat dan ikut menentukan arah perubahan,β ujarnya.
FKM BKA YWU berharap keterlibatan pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, komunitas, SLB dan masyarakat dapat membangun ekosistem ekonomi yang lebih terbuka bagi penyandang disabilitas.
Dengan demikian, inklusi tidak berhenti pada kehadiran dalam sebuah kegiatan, tetapi berkembang menjadi kesempatan nyata untuk bekerja, berusaha, berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan. []










