Bupati Aceh Timur Dorong FKP-70 Berkiprah di Kancah Politik
PORTALNUSA.com | LANGSA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mendorong Forum Komunikasi Peureulak 70 (FKP-70) tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan kegiatan sosial, tetapi dapat mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat, termasuk berkiprah di ranah politik.
Hal itu disampaikan Iskandar saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar FKP-70 di Aula Kolam Renang Vitra Tirta Raya, Langsa, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Iskandar, keterlibatan FKP-70 dalam politik dapat diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
“FKP-70 jangan hanya melakukan kegiatan sosial dan silaturahmi antaranggota saja. Lebih dari itu, FKP-70 harus bisa berkiprah di kancah politik demi masyarakat banyak,” ujar Iskandar.
Ia juga menyoroti pentingnya kaderisasi di tubuh FKP-70. Menurutnya, mayoritas pengurus dan anggota organisasi tersebut merupakan kalangan senior berusia di atas 55 tahun sehingga diperlukan regenerasi agar organisasi tetap berkembang dan mendapat penyegaran.
“Ke depan harus ada kaderisasi. Organisasi harus terus melakukan penyegaran agar eksistensinya tetap terjaga,” ujarnya.
Iskandar juga menyarankan agar kegiatan Maulid Nabi yang selama ini digelar FKP-70 di Langsa, ke depan dapat dilaksanakan di wilayah Aceh Timur.
Pesan Moral dari Maulid
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menghadirkan penceramah Ustaz Dr. Saifuddin AW, SH, SE, MH, MA dari Sumatera Utara. Saifuddin merupakan putra asal Gampong Lhok Dalam, Peureulak.
Dalam tausiahnya, Saifuddin mengajak keluarga besar FKP-70 meninggalkan berbagai sifat buruk, seperti riya, sum’ah, takabur, serta sikap senang melihat orang lain mengalami kesusahan.
Sebaliknya, ia mengajak anggota FKP-70 membangun akhlak yang baik, saling peduli, menyayangi, membantu, dan mengasihi sesama.
“Akhlak Rasulullah harus hidup dalam kehidupan kita sehari-hari,” pesannya.
Ia berharap FKP-70 terus memperkuat silaturahmi dan solidaritas sosial, sekaligus ikut menyiapkan generasi Peureulak yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Saifuddin turut mengangkat sejarah Peureulak sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah Islam di Nusantara. Ia menyebut Kerajaan Islam Peureulak didirikan oleh Sultan Alauddin Syah Maulana Abdul Aziz Shah pada 1 Muharram 225 Hijriah atau 840 Masehi.
“Usianya hingga kini sudah lebih dari 1.180 tahun,” ujarnya.
Saifuddin juga menyampaikan empat prinsip yang disebutnya sebagai rumus menjalani kehidupan dengan bahagia, yakni selalu bersyukur, bersabar ketika diuji, memaafkan orang yang menyakiti, serta tidak membalas kezaliman dengan mendoakan keburukan.
Santuni 50 Anak Yatim
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya oleh FKP-70.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Timur Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Adityo Gunawan, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Langsa, serta anggota FKP-70 dan masyarakat lainnya.
Panitia memperkirakan sekitar 500 tamu dan undangan menghadiri kegiatan tersebut.
Selain tausiyah dan silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim. []











