Tiga Putra Aceh Dipanggil Timnas ke Piala Dunia IMF di Turki

Ketua KSMI Aceh, Muktarrudin Usman, menyampaikan perihal persiapan tiga pemain Aceh menuju Piala Dunia Minifootball IMF di Turki, Sabtu, 17 Oktober 2026 (Foto: Dok. KSMI Aceh/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Tiga pemain asal Aceh mendapat panggilan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Piala Dunia Minifootball yang digelar International Minifootball Federation (IMF) di Turki, 1–6 November 2026.

Pemanggilan tersebut menjadi kesempatan bagi pemain Aceh untuk menunjukkan kemampuan di panggung internasional sekaligus membawa nama daerah dalam ajang sepak bola mini dunia.

Baca: Dua Pemain Asal Aceh Dipanggil untuk Pembentukan Timnas Minifootball Indonesia

Informasi itu dibahas saat rapat koordinasi pengurus Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Pengurus Provinsi Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 17 Oktober 2026. Selain bahasan persiapan keberangkatan pemain, rapat juga membicarakan penguatan organisasi dan agenda kompetisi sepak bola mini di Aceh.

Ketua KSMI Aceh, Muktarrudin Usman, mengatakan pihaknya menargetkan pembentukan kepengurusan cabang di minimal 14 kabupaten/kota. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan atlet serta mendorong kompetisi yang lebih terstruktur di daerah.

Menurutnya, penguatan organisasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola mini yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Namun, persiapan menuju kejuaraan dunia masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran untuk mendukung kebutuhan persiapan dan keberangkatan para pemain.

Di sisi lain, KSMI Aceh terus melakukan konsolidasi kepengurusan di sejumlah wilayah. Beberapa daerah yang telah memiliki koordinator antara lain Banda Aceh dengan Saifullah, ST; Aceh Besar dengan Syafrizal; Bireuen dengan Iqbal; Pidie dengan Ronal dan Mahfud; serta Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur yang dikoordinasikan Muktar dan M. Zubir. Sementara Subulussalam dikoordinasikan Ade Rusli Bintang.

Untuk Aceh Utara, KSMI Aceh akan kembali berkomunikasi dengan pengurus yang sebelumnya telah memperoleh surat keputusan (SK). Adapun pembentukan kepengurusan di sejumlah daerah lain, termasuk Bener Meriah, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Nagan Raya, akan ditindaklanjuti pada tahap berikutnya.

Selain agenda internasional, rapat koordinasi tersebut juga membahas pelaksanaan Liga Santri dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepak Bola Mini Aceh.

Liga Santri dijadwalkan ulang menjadi November 2026. Sementara Kejurda Sepak Bola Mini Aceh direncanakan berlangsung pada Desember 2026, dengan Charles Wibawa, ST, ditunjuk sebagai ketua panitia.

Untuk mendukung aktivitas organisasi, KSMI Aceh sementara menggunakan Kantor Media Aceh di kawasan Kampung Keuramat, Banda Aceh, sebagai sekretariat.

Muktarrudin menegaskan, pembenahan organisasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi. Dengan demikian, semakin banyak pemain daerah yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan bersaing di level lebih tinggi.

“Target kami saat ini bukan hanya memperluas kepengurusan, namun juga membangun pembinaan yang berkelanjutan, sehingga sepak bola mini Aceh bisa melahirkan atlet berkualitas dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Muktarrudin, didampingi Sekretaris KSMI Aceh, M. Zubir, SH, MH.

Panggilan terhadap tiga pemain asal Aceh ke Timnas Indonesia menjadi salah satu momentum bagi KSMI Aceh untuk memperkuat pembinaan sepak bola mini, sekaligus mendorong dukungan yang lebih luas terhadap atlet daerah yang berpeluang tampil di kompetisi internasional. []