Terkait Penyaluran MBG, Mitra Yayasan Pastikan tak Ada Kendala Koordinasi
PORTALNUSA.com I PIDIE – Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPGN) di Aceh berjalan maksimal karena peran besar dan koordinasi Kepala Regional (Kareg) Aceh.
Salah seorang mitra yayasan, Mawardi Hasan yang juga pengelola dapur di Pidie kepada Portalnusa.com, Rabu, 22 Januari 2026 mengakui penyaluran MBG berjalan lancar tidak lepas karena baiknya koordinasi dengan berbagai pihak terutama Kareg Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal yang didukung penuh oleh Koordinator Wilayah (Korwil) di masing-masing Kabupaten/Kota serta Koordinator Kecamatan (Korcam).
“Pendistribusian MBG selama ini berjalan maksimal sebagaimana diharapakan terutama menyangkut kualitas menu sajian makanan yang standar dan bergizi sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Mawardi.
Menurut Mawardi, secara keseluruhan di Aceh terdapat 553 dapur dengan penyajian menu MBG jauh lebih maksimal. Ini tidak terlepas baiknya koordinasi dan pengawasan secara ketat lewat Koordinasi Kareg Aceh pada setiap dapur dan distribusi lebih terpantau.
Mawardi menyayangkan munculnya tanggapan miring dari Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi), Muhammad Mada (Cek Mada) yang menyebutkan koordinasi antara Kareg Aceh dengan mitra pelaksananya.buruk terutama pascabencana 26 November 2025.
“Ketika bencana akses informasi terganggu, BBM dan gas langka, jalan dan jembatan rusak. Akibatnya semua terganggu. Karenanya penilaian miring dari Cek Mada perlu diluruskan,” kata Mawardi.
Disebutkan juga, peran Kareg Aceh, Mustafa Kamal setiap muncul kendala selain melakukan monitoring secara langsung ke daerah, juga menyelenggarakan pertemuan dengan semua pihak secara zoom meeting. Setiap kendala yang muncul dapat melahirkan solusi yang tepat termasuk koordinasi lewat kanal informasi resmi termasuk akun media sosial dan lampiran link pengaduan Satuan Tugas (Satgas).
“Intinya, semua pihak baik Kareg, Korwil dan Korcam secara konsisten melakukan pengawalan dari semua sisi kualitas makanan secara ketat dan tak ada markup harga yang bisa merusak citra dan kualitas kinerja SPPG dan MBG yang merupakan program nasional,” demikian Mawardi Hasan.[]




