Pasundan Aceh Bentuk Komite Penanggulangan Bencana, Siapkan Bantuan Rp100 Juta
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Paguyuban Pasundan Aceh resmi membentuk Komite Penanggulangan Bencana periode 2026–2027 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan bencana di Aceh.
Pembentukan komite ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Paguyuban Pasundan Aceh Nomor 001/PA/I/2026 Tanggal 5 Januari 2026.
Ketua Paguyuban Pasundan Aceh, Ade Herdiyat, menunjuk Dini Syahriza Fahlevi sebagai Ketua Komite, dengan Bambang Muhammad Ridwan sebagai Wakil Ketua.
Komite bertugas menyusun rencana kesiapsiagaan, melakukan koordinasi saat bencana, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Tujuan komite ini adalah penanganan jangka panjang, termasuk rehabilitasi fasilitas umum seperti rumah, masjid, dan sekolah di daerah terdampak bencana di Aceh,” ujar Ade Herdiat, Kamis, 22 Januari 2026.
Salah satu agenda mendesak, menurutnya adalah mempercepat penyaluran bantuan dari Paguyuban Pasundan Pusat senilai Rp100 juta yang direncanakan cair dalam waktu dekat.
Ade Herdiat menginstruksikan agar bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk barang-barang yang bermanfaat luas.
Dalam rapat koordinasi pada 17 Januari 2026, komite menyepakati fokus bantuan tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga rehabilitasi jangka panjang, termasuk perbaikan rumah, masjid, dan sekolah di wilayah terdampak bencana.
Salah satu agenda utama adalah penyaluran bantuan dari Paguyuban Pasundan Pusat senilai Rp100 juta yang akan diwujudkan dalam bentuk barang.
Bantuan tersebut meliputi perlengkapan ibadah bernilai sedekah jariyah, paket perlengkapan sekolah, peralatan rumah tangga, serta program trauma healing bagi anak-anak.
Paguyuban menegaskan bantuan bersifat inklusif dan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat terdampak bencana di Aceh, tanpa melihat latar belakang organisasi atau etnis.
Selain itu, komite tetap berkoordinasi dengan Paguyuban Pasundan Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyinergikan program rehabilitasi fasilitas publik.
Paguyuban Pasundan Aceh juga menyatakan komitmen hadir secara berkelanjutan dengan program kerja jangka menengah hingga panjang.[]




