MAA Pidie Tingkatkan Kapasitas Pengurus, Termasuk Fungsi Pawang Uteuen
PORTALNUSA.com I PIDIE – Mengawali program peningkatan kapasitas secara general atau menyeluruh bagi 20 pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Pidie, Kamis, 5 Februari 2026 dibekali tentang peran dan fungsi Pawang Uteuen atau gle dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai paku atau paru-paru bumi.
Ketua MAA Pidie, M. Diah Adam, SH kepada Portalnusa.com, Kamis petang, 5 Februari 2026 mengatakan, meski dengan segala keterbatasan dana operasional, 20 pengurus lembaga MAA mendapat peningkatan kapasitas terhadap fungsi dan tugas terutama pada lima bidang hukum adat.
Kelima hukum adat tersebut masing-masing hukum adat pengelolaan hutan atau Panglima Uteun, hukum adat pertanian atau Keujruen Blang, hukum adat waris atau harta pusaka, hukum adat Peradilan Gampong, dan hukum adat Perkawinan atau Meukawen.
Menurut M. Diah, mengawali program pembekalan bulanan perdana seluruh pengurus MAA dibekali peran dan fungsi pawang uteuen dalam menjaga kelestarian alam dengan menghadirkan Panglima Uteun Pidie, Tgk Fakhruddin, ST.
Dijelaskannya, pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar segenap pengurus MAA memiliki keterikatan moralitas dalam melindungi hutan dari pembalakan liar maupun alih fungsi hutan yang kerap memunculkan bencana alam berupa banjir bandang.
“Hutan merupakan penyangga alam yang memiliki kekuatan dalam memberikan penghidupan bagi segenap makhluk hidup teritama manusia dan ekosistem lainnya,” kata M. Diah.
Pembekalan pengurus MAA Pidie merupakan program rutin bulanan yang dilaksanakan mulai Februari 2026 hingga 2027 secara berkelanjutan.
M. Diah yang juga mantan Imum Mukim Caleu, Kecamatan Indra Jaya menjelaskan, pembekalan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah proses penguatan pemahaman dalam menjalankan peran dan fungsi pembinaan secara konfrehensif tehadap lembaga adat.
“Pembekalan pengurus MAA menjadi kebutuhan mendesak agar pelaksanaan tugas dan fungsi keadatan tidak menyimpang dari nilai luhur namub tetap relevan dengan perkembangan zaman,” tandasnya. []




