Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah Laksanakan Pengabdian ke Wilayah Bencana Pidie Jaya
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KPMDI) melaksanakan pengabdian ke wilayah bencana di Pidie Jaya paska dilantik oleh Ketua Umum KPMDI, Dr. Marlinda Irwanti Purnomo.
Ketua KPMDI Aceh, Dr. Khairan, S.Pd., M. Si didampingi Sekretaris, Dr. Zubaidah bersama Ketua Umum dan rombongan menyalurkan bantuan ke beberapa wilayah yang terdampak bencana banjir.
Bantuan tersebut berasal dari para pengurus KPMDI dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) provinsi di Indonesia.
Di Pidie Jaya Ketua Umum menyaksikan proses pengoperasian mesin penyedot sumur oleh warga menggunakan mesin penyedot yang telah diberikan sebelumnya ke masyarakat agar mendapatkan air bersih yang layak, setelah air kotor disedot melalui mesin tersbut.
Desa Meunasah Raya di Pidie Jaya merupakan desa yang dikunjungi oleh Ketua KPMDI Aceh bersama Ketua Umum KPMDI dan sekaligus Ketua Umum FPPI beserta rombongan.
Desa ini mengalami kelumpuhan yang luar biasa, yang menyebabkan jembatan penghubung jalan nasional putus, rumah tertimbun material dan tanah setinggi 2,5 meter. Semua bangunan yang ada disana nyaris tidak bisa ditempati lagi seperti biasa.
Sumur yang menjadi sumber kehidupan tertimbun tanah dan sedimen yang dibawa banjir bandang.
Banyak fasilitas publik dan segala penunjang tidak dapat digunakan lagi.
Mudil Hasanil Al Aziziyah merupakan salah satu pesantren yang memiliki sekitar 200-an santri yang terdampak parah sehingga muridnya sebanyak 50 orang yang tinggal menetap di sana dan sekitar 150 orang yang tidak menetap terpaksa diliburkan sementara karena ketiadaan fasilitas sarana dan prasarana yang memungkinkan mereka bisa bertahan dan belajar di pesantren.
Di lokasi juga terlihat banyak pohon melinjo mati. Kitab dan Alquran tidak dapat digunakan lagi bahkan ada yang hanyut terbawa banjir.
Beberapa perempuan juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan hak-hak dasar mereka, rumah dengan bilik yang private, ruang MCK yang lebih tertutup dan tidak numpang lagi di tetangga.
Harapan ke depan masyarakat dapt segera pulih dengan bantuan para dermawan dan pemerintah membangun kembali kehidupan dan perkonomian mereka.[]




