Keuchik Teupin Jeu Klarifikasi Terkait Desakan Audit Dana Gampong
PORTALNUSA.com I PIDIE – Keuchik Teupin Jeu, Kecamatan Batee, Pidie, Jailani Ibrahim (57), menggelar jumpa pers, Rabu, 28 April 2026 untuk memberikan klarifikasi terkait desakan sejumlah warga yang meminta audit dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).
Sebelumnya, sedikitnya 10 warga Gampong Teupin Jeu mendatangi Kantor Inspektorat, Senin, 27 April 2026.
Mereka menyerahkan dokumen dan surat resmi yang berisi permintaan agar dilakukan audit terhadap dugaan penyimpangan APBG selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2023, 2024, dan 2025.
Salah satu warga, Ardi (45), bersama sejumlah warga lainnya menyampaikan bahwa desakan tersebut dilakukan demi transparansi pengelolaan dana gampong.
“Kami mendesak Inspektorat untuk turun tangan melakukan audit terhadap dugaan penyimpangan dana masyarakat yang diduga terjadi sejak 2023 hingga 2025,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Jailani Ibrahim menegaskan bahwa seluruh pengelolaan dana APBG selama dirinya menjabat tetap berada di bawah tanggung jawabnya sebagai keuchik.
“Semua penggunaan alokasi dana APBG selama saya menjabat menjadi wewenang penuh saya untuk dipertanggungjawabkan, dan ini komitmen saya,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah dipercaya memimpin Gampong Teupin Jeu sejak 2020 hingga 2025, dan kembali terpilih untuk periode kedua 2025–2030.
Selama masa kepemimpinannya, seluruh kegiatan yang bersumber dari APBG, bantuan pemerintah, pihak ketiga, hingga hasil Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) telah dipertanggungjawabkan melalui rapat terbuka bersama masyarakat maupun laporan kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) dan Inspektorat.
Terkait desakan audit dari warga, Jailani menyatakan tidak keberatan dan menilai hal tersebut merupakan hak masyarakat.
“Silakan saja diaudit. Semua dokumen pertanggungjawaban dan pelaksanaan kegiatan, baik pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat, masih lengkap dan tersimpan,” katanya.
Namun demikian, ia juga menilai bahwa laporan yang disampaikan oleh sejumlah warga tersebut diduga dilatarbelakangi sentimen pribadi.
“Dalam laporan itu saya melihat adanya unsur sentimen pribadi untuk mempermalukan saya di hadapan masyarakat. Meski begitu, saya tetap berkomitmen mempertanggungjawabkan amanah ini,” pungkasnya.[]



