Sekda Aceh Buka MUSPROV XI INKINDO, Soroti Peran Konsultan Hadapi Risiko Bencana

Sekda Aceh M Nasir membuka MUSPROV XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Tahun 2026 di Banda Aceh, Senin, 18 Mei 2026. (Foto : Humas Pemerintah Aceh untuk portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH –  Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, resmi membuka Musyawarah Provinsi (MUSPROV) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Tahun 2026 di Banda Aceh, Senin, 18 Mei 2026. Forum tersebut menjadi momentum penguatan peran tenaga konsultansi dalam mendukung pembangunan Aceh yang lebih tangguh dan adaptif terhadap bencana.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPP INKINDO Aceh Safri Ismi, Ketua Umum DPN INKINDO Erie Heryadi, serta perwakilan pengurus INKINDO dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, M Nasir menegaskan MUSPROV bukan sekadar agenda organisasi, tetapi forum strategis untuk memperkuat profesionalisme jasa konsultansi di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Ia menilai tema penguatan profesionalisme anggota INKINDO dalam menghadapi kebencanaan dan dinamika regulasi jasa konsultansi sangat relevan dengan kondisi Aceh yang rawan bencana hidrometeorologi.

“Pembangunan Aceh ke depan harus dirancang lebih adaptif, aman, dan berorientasi pada mitigasi risiko bencana,” ujar M Nasir.

Menurutnya, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir tahun lalu menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan infrastruktur harus mengedepankan aspek ketahanan dan keselamatan masyarakat.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, Sekda menyebut perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 tetap tumbuh positif sebesar 4,09 persen. Sektor konstruksi menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 1,36 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 1,27 persen.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran konsultan dalam memastikan proses pembangunan berjalan tepat sasaran, efisien, berkualitas, dan sesuai standar keselamatan.

“MULAI dari penyusunan tata ruang, studi kelayakan, desain infrastruktur hingga pengawasan pekerjaan, semuanya membutuhkan profesionalisme dan integritas tinggi,” katanya.

Sekda juga berharap MUSPROV XI mampu melahirkan kepengurusan INKINDO Aceh yang visioner, solid, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.[]