Tim USK Suntik Anti Rayap di Balai Pengajian Yazakka Pidie, Lindungi Bangunan Rumah Aceh
PORTALNUSA.com | PIDIE – Tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melakukan penyuntikan cairan anti rayap di kompleks Balai Pengajian Yayasan Yazakka, Gampong Keuniree, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, hingga Kamis, 4 Juni 2026. Langkah itu dilakukan untuk melindungi bangunan berbahan kayu dan rumah khas adat Aceh tersebut dari serangan rayap yang dapat merusak struktur bangunan rumah.
Ketua Pembina Yayasan Yazakka Pidie, Dr. Tgk. Amri Fatmi Anzis, Lc., MA, mengatakan penyuntikan cairan termitisida dilakukan sebagai upaya menjaga agar keawetan dan kekuatan bangunan yang selama ini difungsikan sebagai pusat kegiatan pengajian dan pendidikan tersebut bisa tetap bertahan.
“Penyuntikan juga dilakukan untuk melindungi bangunan balai pengajian serta area sekitarnya dari serangan koloni rayap sehingga bangunan tetap kokoh dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkapnya kepada portalnusa.com.
Menurut Amri, pihak yayasan sengaja menggandeng tim USK untuk melakukan penanganan secara profesional, baik pada bagian tanah di sekitar bangunan maupun pada sejumlah titik kayu yang berpotensi menjadi jalur serangan rayap.
Sementara itu, Penanggung Jawab Tim USK, Imam Maulana, menjelaskan metode yang digunakan adalah injeksi bor (drilling injection) dengan memasukkan cairan termitisida ke dalam tanah dan bagian bangunan yang terindikasi menjadi sarang rayap.
Ia menyebutkan, penyuntikan dilakukan pada titik-titik tertentu dengan jarak sekitar 80 sentimeter hingga satu meter menggunakan campuran termitisida yang dirancang untuk membasmi koloni rayap hingga ke sarangnya.
“Metode injeksi bor merupakan salah satu cara paling efektif dalam pengendalian rayap karena cairan dapat menjangkau koloni yang berada di dalam tanah maupun di balik struktur kayu,” kata Imam.
Selain penyuntikan pada area pondasi dan halaman, tim juga melakukan perlindungan terhadap kusen, tiang, serta dinding kayu bangunan dengan menyuntikkan cairan anti rayap pada bagian yang rentan.
Program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan bangunan Balai Pengajian Yazakka sebagai pusat pendidikan dan pembinaan masyarakat, sekaligus melestarikan bangunan bernuansa arsitektur tradisional Aceh dari ancaman kerusakan.[]








