Lembaga PBA Sambut Baik Wacana Dapur MBG Diurus Kantin Sekolah

Dr. Muhammad Aminullah

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Lembaga Pemulia Bangsa Aceh (PBA) menyambut baik wacana pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh kantin sekolah.

Baca: MBG Diwacanakan Bakal Diurus Kantin Sekolah, Mirip Pembagian Makan Siswa di Jepang

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung gagasan menjadikan kantin sekolah sebagai pusat pengolahan makanan bergizi,” kata Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBA, Dr. Muhammad Aminullah, MA.

Dalm siaran pers-nya, lembaga PBA menyebutkan, dapur MBG di sekolah bukan sekadar tempat jual beli makanan, melainkan ruang edukasi nyata.

“Di sini, anak-anak diajarkan sejak dini tentang pentingnya makanan halal, baik, bersih, dan bernutrisi seimbang. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan Aceh yang mengutamakan kesejahteraan dan kualitas generasi masa depan,” ujar Dr. Aminullah.

Menurutnya, gagasan pengelolaan dapur MBG oleh kantin sekolah merupakan langkah maju yang sangat tepat, strategis, dan menyentuh hakikat pendidikan yang sesungguhnya, yaitu membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akal, tetapi juga sehat secara raga dan kuat secara iman.

Dr. Muhammad Aminullah menegaskan, pendidikan tidak boleh lagi dipahami sebatas pengajaran di dalam kelas dan transfer ilmu pengetahuan semata.

Pendidikan adalah proses pembentukan manusia seutuhnya, di mana kesehatan jasmani dan kecukupan gizi menjadi fondasi utama agar anak didik mampu menyerap pelajaran, berkonsentrasi, dan tumbuh menjadi penerus bangsa yang tangguh.

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung gagasan menjadikan kantin sekolah sebagai pusat pengolahan makanan bergizi,” katanya.

Sesuai UU dan Syariat

Lebih jauh, Dr. Aminullah menjelaskan bahwa keberadaan dapur pengolahan makanan bergizi ini sangat relevan dengan amanat perundang-undangan dan nilai-nilai agama yang dipegang teguh masyarakat Aceh.

Berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh No. 11 Tahun 2006, pembangunan sumber daya manusia adalah prioritas utama, dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan hak dasar berupa pangan yang layak.

“Setiap anak berhak mendapatkan makanan yang baik. Jika otak anak kelaparan atau tubuhnya kekurangan gizi, mustahil kita bisa menuntut prestasi tinggi,” tandas Aminullah.

Dalam ajaran agama pun, katanya, menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan yang halal lagi thayyib (baik dan berkualitas) adalah kewajiban.

“Maka, wacana ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal kewajiban kita sebagai pendidik dan pemimpin untuk menjaga amanah Allah dalam merawat generasi,” tegasnya.

Mencegah Rawan Pangan

Menurut pandangan Ketua Bidang Pendidikan ini, keberadaan dapur MBG di sekolah juga menjadi solusi cerdas mencegah peredaran makanan tidak sehat, jajanan instan, atau makanan yang kurang layak gizi yang sering kali dikonsumsi siswa di luar lingkungan sekolah.

Dengan dapur yang dikelola secara terpadu, terawasi, dan terstandar, pemerintah dan sekolah dapat menjamin apa yang masuk ke perut anak-anak kita adalah makanan yang terjamin kualitasnya.

“Kita sering prihatin melihat anak-anak membeli jajanan yang tidak jelas asal-usulnya. Dengan adanya dapur pengolahan sendiri di kantin sekolah, kita bisa mengontrol segala hal: mulai dari bahan baku, kebersihan, cara mengolah, hingga kandungan gizinya. Ini adalah bentuk perlindungan nyata kita terhadap anak-anak Aceh,” ujarnya.

“Selain itu, konsep ini juga bisa mengajarkan kemandirian ekonomi dan penanaman nilai budaya kita, dengan mengutamakan bahan pangan lokal hasil bumi Aceh sendiri,” tambah Aminullah.

Segera Dijabarkan

Di akhir pernyataannya, Dr. Muhammad Aminullah berharap wacana yang baik ini tidak berhenti sekadar menjadi gagasan, melainkan segera dijabarkan menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Ia meminta pemerintah terkait, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan untuk bersinergi menyusun standar operasional, pelatihan pengelola, serta pendampingan agar setiap sekolah di Aceh perlahan-lahan dapat mewujudkan kantin sehat dengan dapur makanan bergizi ini.

Dia menyebutkan, PBA melalui Bidang Pendidikan siap mendukung dan mengawal program ini. Kami ingin melihat sekolah-sekolah di Aceh tidak hanya menjadi tempat mencetak anak pintar, tetapi juga tempat tumbuhnya anak-anak yang sehat, kuat, dan berkarakter.

“Generasi yang perutnya kenyang dan gizinya terpenuhi, akan menjadi generasi yang berani, cerdas, dan mampu memimpin masa depan Aceh yang lebih sejahtera,” demikian Dr. Muhammad Aminullah.[]