Kerja Sama dengan PBA, PT Mara Grup Susun Strategi Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana Aceh‑Sumatera

Pembangunan hunian tetap korban benca banjir Aceh-Sumatera oleh PT Mara Grup bekerjasama dengan Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh. (PBA). (Dok PBA)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – PT Mara Grup merumuskan seperangkat strategi khusus guna mempercepat pelaksanaan pembangunan rumah hunian tetap bagi para korban bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.

Langkah ini disusun menyusul kesepakatan kerja sama resmi dengan Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Subki Mohammad Bintang serta penetapan rancangan teknis RTG Rodhas sebagai acuan utama pembangunan seluruh unit hunian.

Dirut PT Mara Grup, Marzuki Abdullah menjelaskan bahwa keberhasilan dan kecepatan pelaksanaan pembangunan sangat bergantung pada satu hal mendasar: ketersediaan bahan bangunan yang cukup, berkualitas, dan tersedia tepat waktu.

“Ketersediaan material bangunan dalam jumlah yang memadai merupakan syarat utama dan penentu keberhasilan percepatan pembangunan ini. Desain yang sudah matang seperti RTG Rodhas tidak akan berfungsi maksimal jika pasokan bahan terhambat atau terputus di tengah jalan,” tegas Marzuki Abdullah.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga PBA, Subki Mohammad Bintang, menegaskan bahwa lembaganya akan berperan aktif menjembatani pelaksanaan program ini dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

“Kerja sama ini kami bangun demi kepentingan bersama, agar pemulihan pasca‑bencana berjalan tepat sasaran, sesuai aturan wilayah, dan benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh saudara kita yang terdampak,” ujarnya.

Dalam strategi yang disusun bersama, PT Mara Grup menempatkan pemenuhan kebutuhan bahan bangunan sebagai prioritas teratas.

Perusahaan menjajaki kerja sama dengan pemasok bahan lokal dan antar‑wilayah guna menjamin pasokan berkelanjutan, sekaligus menekan biaya pengiriman dan memperpendek waktu pengantarannya.

Sebagian besar bahan yang digunakan disesuaikan dengan spesifikasi teknis RTG Rodhas—mulai dari semen, besi beton, rangka baja, hingga bahan pelapis dinding dan atap—yang memenuhi standar ketahanan bencana serta peraturan pembangunan khusus di wilayah Aceh.

Selain pengamanan pasokan bahan, langkah strategis lain yang disiapkan meliputi penyiapan tenaga kerja terlatih berbasis warga setempat, penyederhanaan alur administrasi yang disesuaikan ketentuan daerah, serta penjadwalan pembangunan bertahap agar berjalan beriringan di beberapa lokasi sekaligus.

Marzuki Abdullah menambahkan, pendekatan terpadu ini diharapkan dapat memangkas waktu pelaksanaan tanpa mengurangi sedikitpun kualitas bangunan.

“Kami ingin memastikan setiap rumah yang dibangun selesai lebih cepat, aman ditempati, dan mampu bertahan lama meski ancaman banjir datang kembali,” tambahnya.

Kedua belah pihak juga terus mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga terkait lainnya untuk bersinergi menjamin kelancaran pasokan bahan serta dukungan pendukung lain, demi terwujudnya hunian layak, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh korban bencana sesegera mungkin.[]