Anggaran Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Disorot, DPR Minta Fokus ke Kemampuan Bisnis
PORTALNUSA.com | JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyoroti besarnya anggaran pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, Senin, 29 Juni 2027. Ia menilai desain pelatihan perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengelolaan koperasi.
Menurut TB Hasanuddin, dari total biaya pelatihan yang mencapai sekitar Rp45 juta per peserta, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk kegiatan latsarmil.
Ia menyebut sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelatihan militer selama 30 hari, sementara pembelajaran yang berkaitan langsung dengan pengelolaan koperasi hanya mendapat alokasi sekitar Rp15 juta untuk 15 hari pelatihan.
“Seharusnya porsi terbesar diberikan untuk peningkatan kemampuan manajerial, karena mereka akan mengelola koperasi, bukan menjadi personel militer,” kata TB Hasanuddin.
Ia menilai materi pelatihan bagi calon manajer koperasi lebih penting diarahkan pada kemampuan tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha agar koperasi mampu berjalan secara profesional.
TB Hasanuddin memperkirakan, jika komponen latsarmil dihapus atau dikurangi, pemerintah berpotensi melakukan efisiensi anggaran dalam jumlah besar. Hal itu mengingat jumlah peserta program tersebut mencapai sekitar 35.476 orang.
Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap konsep pelatihan agar lebih efektif, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh kedisiplinan peserta, tetapi juga kemampuan mereka dalam mengelola usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
“Yang dibutuhkan adalah manajer koperasi yang paham bisnis, keuangan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. []









