Gubernur Mualem Sampaikan Duka untuk Venezuela, Kenang Solidaritas Negeri Sahabat Saat Tsunami Aceh

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana gempa yang melanda Venezuela, Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: Dok. Humas Pemerintah Aceh/kolase by. portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas bencana gempa bumi dahsyat yang terakhir melanda Venezuela dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Mualem juga mengajak masyarakat Aceh mendoakan keselamatan para korban serta memberikan dukungan kemanusiaan sesuai kemampuan.

Hal ini terungkap dari pernyataan yang disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis, 2 Juli 2026.

“Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela. Semoga para korban diberikan ketabahan dan proses pemulihan dapat segera berjalan dengan baik,” ujar Mualem.

Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki ikatan emosional dengan Venezuela karena pernah merasakan duka akibat bencana besar. Saat tsunami 26 Desember 2004 melanda Aceh, Venezuela merupakan salah satu negara yang memberikan bantuan kemanusiaan bagi proses tanggap darurat dan rekonstruksi di Aceh.

“Rakyat Aceh tidak melupakan solidaritas yang pernah diberikan Venezuela ketika Aceh dilanda tsunami. Kini, saat mereka menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita turut mendoakan dan menunjukkan kepedulian kita,” papar Nurlis.

Ia menjelaskan, bantuan Venezuela saat itu antara lain berupa dana kemanusiaan sebesar 2 juta dolar Amerika Serikat yang digunakan untuk mendukung pemulihan infrastruktur, layanan kesehatan, serta penanganan para penyintas bencana. Jejak kerja sama tersebut juga dikenang melalui berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Aceh Besar.

Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan agar dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui lembaga resmi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Venezuela.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Aceh, gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela telah memicu krisis kemanusiaan. Hingga awal Juli 2026, ribuan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka maupun masih dinyatakan hilang akibat tertimbun reruntuhan.

Di tengah penyampaian duka tersebut, Pemerintah Aceh juga terus memfokuskan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.[]