KMP Aceh Hebat 2 Masih Belum Beroperasi, Penyeberangan Banda Aceh-Sabang Andalkan KMP BRR dan Express Bahari
PORTALNUSA.com | SABANG –Tingginya arus wisatawan domestik yang memanfaatkan libur sekolah membuat aktivitas penyeberangan Banda Aceh–Sabang semakin padat. Di tengah lonjakan penumpang, layanan penyeberangan saat ini masih bertumpu pada KMP BRR dan kapal cepat Express Bahari, menyusul belum beroperasinya KMP Aceh Hebat 2, akibat kendala teknis.
Berdasarkan pantauan Portalnusa.com, Jumat, 3 Juli 2026, ratusan penumpang terlihat memadati Pelabuhan Balohan saat KMP BRR bersandar sekitar pukul 13.40 WIB. Wisatawan yang baru tiba langsung melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi unggulan di Pulau Weh.
KMP Aceh Hebat 2 yang selama ini menjadi salah satu armada utama lintasan Ulee Lheue–Balohan Sabang masih menjalani perbaikan setelah mengalami kerusakan mesin beberapa waktu lalu. Kondisi ini membuat kapasitas angkutan penyeberangan berkurang di tengah meningkatnya permintaan selama musim liburan.
Masyarakat dan pelaku usaha pariwisata berharap proses perbaikan kapal dapat segera diselesaikan agar layanan penyeberangan kembali normal dan mampu mengakomodasi tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, operator penyeberangan mengoptimalkan pelayanan KMP BRR yang memiliki kapasitas hingga 340 penumpang. Seluruh pembelian tiket kapal feri kini dilakukan melalui sistem daring Ferizy, sehingga calon penumpang diwajibkan melakukan pemesanan lebih awal guna menghindari antrean di pelabuhan.
Selain kapal feri, Express Bahari tetap melayani pelayaran reguler pulang-pergi Banda Aceh–Sabang dan menjadi pilihan utama bagi penumpang yang menginginkan waktu tempuh lebih singkat.
Meski salah satu armada belum beroperasi, geliat pariwisata Sabang tetap menunjukkan kondisi positif. Setelah tiba di Pelabuhan Balohan, wisatawan terlihat menyebar ke berbagai destinasi favorit seperti Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Sumur Tiga, Benteng Anoi Itam, hingga Tugu Nol Kilometer Indonesia yang ada di pulau Sabang.
Optimalisasi armada yang tersedia serta penerapan sistem tiket berbasis digital diharapkan mampu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama musim libur sekolah. Penetapan ini diharapkan terus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Sabang.[]









