Sekjen Panglima Laot Aceh: Damai Harus Sejahterakan Rakyat!
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Lembaga Hukum Adat Laot Aceh atau Panglima Laot Aceh mengimbau nelayan seluruh Aceh untuk tidak melaut, Senin 17 Agustus 2026 sejak pagi hingga sore guna menghormati peringatan HUT ke-81 RI.
“Kita manfaatkan momentum peringatan Hari Damai dan Kemerdekaan untuk introspeksi, zikir dan doa,” ujar Azwir Nazar, Sekjen Panglima Laot Aceh.
Menurut Azwir Nazar, salah satu fungsi dan peran laot adalah menjaga adat istiadat laot dan di dalamnya ada pantangan melaut pada hari tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri/Idul Adha, Hari Peringatan Tsunami dan peringatan kemerdekaan.
“Pada hari-hari besar itu panglima laot juga mengimbau agar memperbanyak zikir dan doa di wilayah masing masing,” ujar Azwir.
Menanggapi berbagai kondisi kekinian, Lembaga Adat Laot Aceh juga mengimbau nelayan untuk saling menjaga.
“Bagaimanapun perdamaian adalah anugerah dari Allah SWT. Tugas kita untuk menjaga dan merawatnya” lanjut Sekjen Panglima Laot Aceh.
Dalam rangka peringatan perdamaian dan kemerdekaan ini diharapkan juga agar Pemerintah Pusat dan Aceh untuk terus memperhatikan masyarakat terutama para nelayan yang hidupnya semakin susah akibat kondisi ekonomi.
Apalagi di daerah bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025, selain tempat tinggal yang masih belum terpenuhi, banyak kuala yang rusak, tambak serta fasilitas nelayan yang belum terpenuhi.
Karena itu, menurut Azwir yang juga akrab disapa Tgk Turki, damai harus mensejahterakan rakyat, bukan malah memperkaya diri dan kelompok pemerintah.
“Damai ini kita berharap dapat mensejahterakan rakyat, bukan sebaliknya membuat rakyat lebih menderita karena ketidakadilan, korupsi dan nepotisme keluarga pejabat,” tutup alumni Komunikasi Politik UI ini. []










