Bupati Pidie Pastikan Uroe Lahe Pidie ke-515 Digelar 16-19 September 2026

Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, SH, MH dan Pin Emas logo khusus Pedir Darul Aman. (Foto Humas Setdakab Pidie untuk Portalnusa.com/ Kolase Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah memastikan peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 akan digelar selama empat hari, mulai 16 hingga 19 September 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Sarjani bersama Sekretaris Daerah Pidie Drs. Samsul Azhar MSI setelah rapat persiapan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

“Sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama, perayaan Uroe Lahe Pidie ke-515 diselenggarakan selama empat hari secara berturut-turut, mulai 16 sampai 19 September 2026,” kata Sarjani kepada PortalNusa.com, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat”. Pemerintah Kabupaten Pidie juga menyiapkan identitas visual baru melalui logo khusus yang mengangkat semangat dan nilai budaya daerah.

Logo tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Pidie sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan, harmonisasi dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Sarjani mengatakan seluruh persiapan harus dilakukan secara matang dan terkoordinasi agar rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Menurutnya, Uroe Lahe Pidie tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, tetapi harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kembali seni dan budaya Pidie kepada masyarakat.

“Acara ini harus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali seni dan budaya Pidie yang mulai jarang dikenal masyarakat. Kita ingin Uroe Lahe Pidie ke-515 menjadi kegiatan yang mengharumkan nama Pidie dan menjadi bagian dari upaya membangun Pidie secara bersama-sama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga mengarahkan agar tidak ada hiburan lain di luar konsep utama yang telah disiapkan panitia. Penggunaan istilah dan penamaan kegiatan dalam bahasa Aceh juga akan dikedepankan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya daerah.

Selain itu, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai tokoh, baik yang berada di Pidie maupun di luar daerah.

Sarjani berharap keterlibatan tersebut dapat memperluas semangat kebersamaan dan sekaligus memperkuat identitas budaya Pidie.

“Dengan satu harapan, dapat memperkuat semangat kebersamaan serta menjadi bagian dari upaya membangun identitas budaya Pidie,” katanya. ]]