8 Jiwa Terdampak Kebakaran Rumah Susun Lampulo

Keuchik Lampulo, Alta Zaini bersama unsur terkait lainnya melihat langsung kondisi korban kebakaran rumah susun Gampong Lampulo, Rabu siang, 3 Januari 2024. (Dok Pusdalops BPBD Banda Aceh/Muhammad Yusuf)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kebakaran yang terjadi di rumah susun Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh menyebabkan satu keluarga dengan delapan jiwa terdampak.

Relawan RAPI, Muhammad Yusuf/JZ01AYS yang bertugas di Pusdalops-PB BPBD Kota Banda Aceh menyebutkan, kebakaran terjadi pukul 12. 45 WIB, Rabu, 3 Januari 2024.

Kebakaran menimpa satu kamar di lantai III rumah susun di Jalan Indra Budiman, Dusun Tgk. Disayang, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Penyebab kebakaran diduga karena arus pendek listrik.

Baca: BreakingNews: Rumah Susun di Gampong Lampulo Terbakar

Ruangan/kamar yang terbakar ditempati Syamsudin (45) bersama istrinya, Nurmasyitah (40) dan enam anak.

Berikut data lengkap korban yang terdampak kebakaran tersebut:

  1. Syamsuddin (kepala keluarga)
  2. Nurmasyitah (istri)
  3. Napis (18)/anak
  4. Mardiah (15)/anak
  5. Rezamal (13)/anak
  6. Nadifa (10)/anak
  7. Maisuri (7)/anak
  8. Taufiqurrahman (3,8)/anak

Barang-barang di dalam kamar musnah terbakar. Musibah itu sendiri terjadi ketika Nurmasyitah sedang memasak di dapur.

Tiba-tiba mengepul asap tebal dari kamar. Nurmasyitah secepatnya ke kamar untuk memastikan apa yang terjadi.

Api begitu cepat membesar. Nurmasyitah bersama anak-anaknya secepatnya keluar rumah dan meminta bantuan penghuni rusunawa.

Kalaksa BPBD Banda Aceh, Rizal Abdillah, S.Sos, M.Si melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ardi Aayadi, S.Sos menugaskan tim Pusdalops dan petugas piket BPBD untuk ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait dan ikut serta membantu petugas di lapangan.

Upaya pemadaman selesai sekitar pukul 13.50 WIB melibatkan lima unit armada damkar dibantu satu unit armada air bersih Gampong Lampulo.

Instansi dan pihak lainnya yang terlibat membantu di lapangan dari BPBD Banda Aceh, Pusdalops BPBD Banda Aceh, tim BPBA, Pusdalops BPBA, DPKP/ Damkar Banda Aceh, Dinsos, TKSK Dinsos Banda Aceh, Tagana, TNI (Babinsa, Koramil, Kodim, Kodam, Lanal, Intel), Polri (Babinkamtibmas, Polsek, Polres, Pol Airud, Intel), PLN, perangkat kecamatan, perangkat desa, relawan RAPI, ORARI, ERPA, dan masyarakat.[]